Rudy Mas’ud menegaskan, pembangunan yang sempat berlarut-larut kini berhasil dirampungkan.
Jembatan Sungai Nibung menghubungkan Desa Kandungan Jaya di Kecamatan Kaubun dengan Desa Pelawan di Kecamatan Sangkulirang.
Keberadaannya dinilai memiliki peran strategis dalam memperlancar arus transportasi masyarakat, sekaligus mendukung distribusi hasil perkebunan dan perikanan di kawasan pesisir Kutai Timur.
3. Pembangunan Jalan Tering-Ujoh Bilang di Kubar
Sebagai upaya menghadirkan infrastruktur yang merata hingga ke wilayah pedalaman, telah diresmikan Jalan Tering-Ujoh Bilang yang menghubungkan Kutai Barat dan Mahakam Ulu.
Ruas Jalan Tering-Ujoh Bilang dengan panjang efektif 28,325 kilometer dan panjang efisien 19,280 kilometer ini terdiri dari empat segmen yang menjadi penghubung strategis antarwilayah, menggantikan ketergantungan masyarakat pada transportasi sungai selama puluhan tahun.
Dengan terbukanya akses jalan tersebut, mobilitas masyarakat menjadi lebih cepat dan efisien, sekaligus menekan biaya logistik yang selama ini cukup tinggi di kawasan pedalaman.
Kehadiran jalur darat Tering-Ujoh Bilang memperkuat akses distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan sumber daya lokal lainnya sehingga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan hulu Mahakam.
Namun, di balik sejumlah kebijakan dan capaian strategis tersebut, kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud juga tak lepas dari sorotan.
Sejumlah kontroversi turut mencuat dan sempat menyeret namanya dalam perdebatan publik di Kalimantan Timur.
Kontroversi Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud
1. Mobil Dinas Rp8,5 miliar
Pengadaan mobil dinas Gubernur Rudy Mas’ud dengan nilai mencapai Rp8,5 miliar menjadi sorotan luas di tengah masyarakat.
Besaran anggaran tersebut dinilai cukup tinggi dan memicu perdebatan karena dianggap tidak sejalan dengan semangat efisiensi belanja daerah yang tengah digaungkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Bahkan, sepanjang sejarah kepemimpinan di Kaltim, belum pernah ada pengadaan mobil dinas gubernur dengan nilai anggaran sebesar itu.
Kehadiran mobil dinas senilai Rp8,5 miliar tersebut pun menuai kritik dari berbagai kalangan.
Mulai dari influencer, tokoh politik, pejabat publik, hingga masyarakat umum turut menyampaikan pandangan dan mempertanyakan urgensi pengadaan kendaraan dengan nilai fantastis tersebut.
2. Dugaan Intimidasi Asisten Pribadi Rudy Mas’ud ke Wartawan
Nama Rudy Mas’ud sempat terseret kontroversi dugaan intimidasi terhadap wartawan di Kantor Gubernur Kalimantan Timur pada 21 Juli 2025m silam.
Insiden terjadi usai agenda resmi ketika seorang perempuan yang diketahui sebagai asisten pribadi gubernur beberapa kali meminta wawancara dihentikan dan terekam mengucapkan kata “tandai-tandai”.
Tag



