Arus Publik

Dari Banten, HIMAS 2025 Gaungkan “Jangan Rampas Wilayah Adat Kami”

Senin, 11 Agustus 2025 10:42

HIMAS 2025 - Peringatan Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) 2025 di Kasepuhan Guradog, Kabupaten Lebak, Banten, menjadi ajang konsolidasi gerakan, perlawanan, dan penguatan kedaulatan pangan/ Foto: Dok AMAN

Rukka menegaskan bahwa bagi Masyarakat Adat, kedaulatan pangan bukan sekadar soal ketersediaan makanan, tetapi terkait erat dengan warisan budaya dan spiritualitas.

“Pangan adalah warisan, pengetahuan, dan spiritualitas yang tumbuh di tanah leluhur, dikerjakan dengan sistem kita sendiri,” ungkapnya.

Sistem pangan adat dibangun atas pengetahuan turun-temurun, gotong royong, dan musyawarah. Prinsip ini dinilai relevan sebagai solusi krisis pangan dan iklim global.

Tuntutan Tegas: Sahkan RUU Masyarakat Adat

Dalam pidato penutupnya, Rukka menyerukan agar pemerintah segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Masyarakat Adat (RUU MA).

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia bukan hadiah dari negara atau PBB, tapi hasil perjuangan panjang. Leluhur kita telah lama berkata: jangan rampas wilayah adat kami, jangan rampas tanah leluhur kami,” tegasnya.

Menurutnya, pengakuan hukum terhadap hak Masyarakat Adat adalah prasyarat utama untuk mewujudkan kedaulatan pangan yang sejati. (pra)

 

Tag

MORE