Arus Terkini

Tokoh Masyarakat Dayak Ngaju Khawatirkan Tradisi Ladang Berpindah, Karhutla Dinilai Jadi Modus Kriminalisasi 

Selasa, 14 Januari 2025 1:36

Foto: Warga mempersiapkan lahan dengan cara tradisional tebas dan bakar di kalsel/ist

ARUSBAWAH.CO - Kearifan lokal masyarakat Dayak, khususnya tradisi ladang berpindah, kini berada di ujung tanduk.

Sebuah tradisi turun-temurun yang seharusnya dijaga dan dilestarikan, justru dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai pemicu utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Ladang berpindah bukan sekadar membakar lahan, tapi cara masyarakat Dayak hidup selaras dengan alam,” ujar Bima Satria Putra, salah satu tokoh masyarakat Dayak Ngaju.

Ladang berpindah bukanlah sekadar membakar lahan.

Ada tata cara yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat adat Dayak.

Sebelum membakar lahan, peladang memastikan segalanya aman, mulai dari koordinasi dengan tetangga hingga pembuatan parit pembatas.

Proses ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian untuk memastikan api tidak merembet ke lahan lain.

Namun, praktik penuh kearifan ini sering kali diabaikan oleh narasi pemerintah.

Tag

MORE