Sementara itu, komponen produktivitas memperhitungkan kemampuan daerah menghasilkan produksi sawit per hektare.
Produktivitas Sawit Jadi Faktor Penentu Besaran Dana Daerah
Dalam PMK 10 Tahun 2026, pemerintah membagi tingkat produktivitas sawit daerah menjadi lima kategori.
Pertama, daerah dengan produktivitas kurang dari 1.000 kilogram per hektare masuk kategori sangat rendah dengan nilai produktivitas 10 persen.
Kedua, produktivitas 1.000 hingga kurang dari 2.000 kilogram per hektare mendapatkan nilai 15 persen.
Ketiga, daerah dengan produktivitas 2.000 hingga kurang dari 3.000 kilogram per hektare mendapatkan nilai 20 persen.
Keempat, daerah dengan produktivitas 3.000 hingga kurang dari 4.000 kilogram per hektare mendapatkan nilai 25 persen.
Kelima, daerah dengan produktivitas 4.000 kilogram per hektare atau lebih mendapatkan nilai tertinggi sebesar 30 persen.
Dengan skema tersebut, daerah yang mampu meningkatkan produktivitas sawit berpotensi memperoleh alokasi DBH yang lebih besar.
Daerah Penghasil Sawit Mendapat Porsi Terbesar
Setelah total alokasi dihitung, pemerintah membagi DBH Sawit kepada tiga kelompok daerah.
Tag



