Penyelenggara telah menyiapkan total dana sebesar Rp4 miliar per tahun yang dialokasikan untuk beasiswa olahraga.
Beasiswa ini akan diberikan kepada mahasiswa yang kampusnya berhasil menduduki peringkat satu hingga sepuluh pada klasemen juara umum, yang dihitung dari akumulasi medali berbagai cabang olahraga.
"Kami ingin kampus sadar bahwa ada peluang besar disini. Kami menyediakan beasiswa dengan nilai maksimal Rp25 juta per mahasiswa per tahun bagi atlet yang berprestasi di ajang ini. Kami menyerahkan teknis pembagiannya kepada pihak kampus, dengan tetap memperhatikan standar IPK minimum sebagai syarat mutlak," kata Ryan.
Rencana Ekspansi Cabang Olahraga Lain
Menutup penjelasannya, Ryan menyatakan bahwa basket hanyalah langkah awal di Samarinda.
Setelah kesuksesan musim pertama basket, Campus League berencana kembali ke kota ini untuk mempertandingkan cabang olahraga lain secara bergantian, termasuk bulu tangkis (badminton) dan futsal.
Pihak penyelenggara berharap pada cabang olahraga selanjutnya, kampus-kampus di Samarinda dan sekitarnya dapat merespons dengan lebih antusias, termasuk dalam pembentukan tim kategori putri yang pada musim basket kali ini belum sempat dipertandingkan karena ketiadaan pendaftar.
"Kami sangat terbuka untuk kategori putri, bahkan kami memiliki perhatian khusus di sana untuk kebutuhan seleksi Tim Nasional. Kami berharap kedepannya antusiasme dari mahasiswa di Samarinda terus meningkat seiring dengan konsistensi yang kami berikan," pungkasnya. (son)
- Bagaimana INOVASI Membantu Pendidikan Dasar di IKN: Guru Didampingi, Siswa Mulai Aktif Belajar
- Razia Motor Pelajar Kembali Digencarkan di Samarinda, Seberapa Siap Pemkot Sediakan Transportasi Umum?
- Deretan Pimpinan & Dasar Hukum Operasional Pelabuhan Tiga Bersaudara, ARUKKI Ajukan Praperadilan ke PN Samarinda




