Olahraga

Campus League 2026

CEO Campus League Ryan Gozali Pastikan Samarinda Jadi Basis Penjaringan Talenta Basket

Ryan Gozali pastikan Campus League berlanjut di Samarinda

Senin, 11 Mei 2026 10:40

Ryan Gozali berfoto usai penutupan Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1 di Samarinda, Minggu (10/5/2026)/Foto: Arusbawah

ARUSBAWAH.CO -  Gelaran kompetisi bola basket antar-mahasiswa, Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1, telah resmi berakhir pada Minggu (10/5/2026). 

Meski kompetisi tahun pertama ini hanya diikuti oleh empat tim kampus, pihak penyelenggara menegaskan komitmennya untuk terus menjadikan Samarinda sebagai pusat pengembangan talenta basket di wilayah Kalimantan untuk jangka panjang.

CEO Campus League, Ryan Gozali, memberikan penjelasan mendalam mengenai arah kebijakan dan visi kompetisi tersebut bagi mahasiswa di Kalimantan Timur. 

Menurutnya, keberadaan kompetisi di daerah bukan sekadar mencari pemenang, melainkan membangun ekosistem atlet yang selama ini kurang mendapatkan panggung di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen Jangka Panjang dan Evaluasi Peserta

Dalam sesi wawancara usai penutupan acara, Ryan Gozali mengakui bahwa jumlah peserta pada musim perdana di Samarinda masih berada di bawah kapasitas maksimal. 

Dari slot 16 tim yang disediakan, hanya empat perguruan tinggi yang berpartisipasi, yaitu Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Mulawarman (Unmul), Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), dan Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Ryan menilai kondisi ini sebagai bagian dari proses adaptasi dan sosialisasi kompetisi level mahasiswa yang baru pertama kali menyentuh ibu kota Kalimantan Timur. 

Ia menyebut adanya faktor keraguan dari pihak kampus untuk mengirimkan perwakilan mereka pada tahun pertama ini.

"Memang ini baru pertama kali kami hadir di Samarinda. Jadi bukan hanya kami, tetapi tim-tim kampus di sini juga mungkin belum terbiasa dengan kompetisi tingkat mahasiswa. Saya mendengar kabar ada yang masih ragu, bahkan ada yang takut untuk ikut. Namun, kami memaklumi hal itu karena ini adalah tahun pertama," ujar Ryan.

Meskipun partisipasi tergolong minim, Ryan memastikan bahwa Campus League tidak akan meninggalkan Samarinda. 

Ia menjanjikan konsistensi penyelenggaraan di kota ini setidaknya hingga tiga tahun ke depan guna memberikan kepastian bagi pembinaan atlet di kampus-kampus lokal.

Peluang Mewakili Indonesia ke Level Asia

Fokus utama dari penyelenggaraan Campus League adalah memberikanmu jalur prestasi yang konkret bagi para atlet mahasiswa. 

Ryan memaparkan bahwa juara nasional dari kompetisi ini nantinya akan membawa misi besar, yakni merepresentasikan Indonesia di kancah internasional melalui ajang Asian University Basketball League.

Ajang internasional tersebut akan mempertemukan kampus-kampus terbaik dari sembilan negara, di antaranya Cina, Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Filipina, dan Australia. 

Ryan mengungkapkan bahwa jadwal pertandingan internasional tersebut direncanakan berlangsung di Macau Tiongkok pada Januari mendatang.

"Tujuan kami membuka di Samarinda adalah untuk menjaring talenta dari Kalimantan Timur. Jika kami tidak membangun wadahnya di sini, talenta tersebut tidak akan muncul dan terpantau. Kami memberikan satu slot bagi pemenang regional Samarinda untuk melaju ke babak nasional sebelum nantinya membidik level Asia," jelasnya.

Injeksi Beasiswa Olahraga Senilai Rp4 Miliar

Selain jalur prestasi internasional, Ryan Gozali menekankan pentingnya kesejahteraan atlet melalui pendidikan. 

Campus League tahun ini membawa misi untuk mengangkat derajat atlet mahasiswa agar tidak hanya dihargai secara akademis, tetapi juga melalui bakat olahraga yang mereka miliki.

Penyelenggara telah menyiapkan total dana sebesar Rp4 miliar per tahun yang dialokasikan untuk beasiswa olahraga. 

Beasiswa ini akan diberikan kepada mahasiswa yang kampusnya berhasil menduduki peringkat satu hingga sepuluh pada klasemen juara umum, yang dihitung dari akumulasi medali berbagai cabang olahraga.

"Kami ingin kampus sadar bahwa ada peluang besar disini. Kami menyediakan beasiswa dengan nilai maksimal Rp25 juta per mahasiswa per tahun bagi atlet yang berprestasi di ajang ini. Kami menyerahkan teknis pembagiannya kepada pihak kampus, dengan tetap memperhatikan standar IPK minimum sebagai syarat mutlak," kata Ryan.

Rencana Ekspansi Cabang Olahraga Lain

Menutup penjelasannya, Ryan menyatakan bahwa basket hanyalah langkah awal di Samarinda. 

Setelah kesuksesan musim pertama basket, Campus League berencana kembali ke kota ini untuk mempertandingkan cabang olahraga lain secara bergantian, termasuk bulu tangkis (badminton) dan futsal.

Pihak penyelenggara berharap pada cabang olahraga selanjutnya, kampus-kampus di Samarinda dan sekitarnya dapat merespons dengan lebih antusias, termasuk dalam pembentukan tim kategori putri yang pada musim basket kali ini belum sempat dipertandingkan karena ketiadaan pendaftar.

"Kami sangat terbuka untuk kategori putri, bahkan kami memiliki perhatian khusus di sana untuk kebutuhan seleksi Tim Nasional. Kami berharap kedepannya antusiasme dari mahasiswa di Samarinda terus meningkat seiring dengan konsistensi yang kami berikan," pungkasnya. (son)

 


 

Tag

MORE