Saat ini, sebagian besar pasokan beras Kaltim masih berasal dari luar daerah, seperti Sulawesi dan Surabaya.
Karena itu, pengawasan diperketat di berbagai pintu masuk, termasuk pelabuhan dan jalur transportasi utama.
Seno Aji juga menyoroti dominasi pengusaha luar daerah dalam distribusi beras di Kaltim.
“Kebanyakan dari luar Kaltim. Kita sedang menegakkan hukum untuk menertibkan hal itu,” tegasnya.
Di sisi lain, Pemprov kini mulai memprioritaskan hasil panen lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam waktu dekat, Kaltim diperkirakan memasuki panen raya dengan hasil yang cukup melimpah.
“Dan kita utamakan beras dari Kaltim sendiri. Diperkirakan akhir Juli ini panen meledak, meningkat,” tutup Seno Aji. (adv)
Tag



