Sementara itu, Kepala Desa Kaliorang, Nasrul Abdal Fatwa, turut mengapresiasi pelaksanaan Bimtek tersebut.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi momentum penting bagi desa-desa di Kutai Timur untuk naik kelas dalam pengelolaan BUMDes.
“Selama ini banyak BUMDes yang sudah berjalan, tapi belum punya strategi bisnis yang kuat. Lewat pelatihan seperti ini, kami jadi tahu bagaimana mengelola potensi lokal dengan cara yang lebih profesional dan berkelanjutan,” ujar Nasrul.

Langkah Strategis Pasca Bimtek
Sebagai penutup kegiatan, peserta diminta menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang akan diterapkan di daerah masing-masing.
Peserta juga diminta untuk mengidentifikasi potensi unggulan, merancang strategi pengolahan produk, hingga menyiapkan akses pembiayaan yang sesuai.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Transmigrasi berharap agar pihak-pihak di daerah, termasuk di antaranya adalah BUMDes dapat menjadi penggerak ekonomi desa yang berdaya saing, dengan produk yang tidak hanya berkualitas tetapi juga memiliki nilai jual tinggi di pasar nasional dan global. (sobizz/pra)
Tag




