Arus Publik

BREAKING NEWS

BREAKING NEWS - Beredar Kabar Kapolres Kukar Pindah Jabatan, Kapolres Berau Isi Posisi

Rabu, 20 Agustus 2025 15:2

POTRET Yulianus Henock - Dody Surya Putra dan potret beredar soal pindah jabatan/ ASET IST (kolase oleh Arusbawah.co)

ARUSBAWAH.CO -  Tak selang beberapa hari usai adanya gesekan antara Kapolres Kutai Kartanegara (Kukar) AKBP Dody Surya Putra dengan anggota DPD RI daerah pemilihan Kaltim, Yulianus Henock, muncul kabar soal yang bersangkutan (Dody Surya Putra) pindah jabatan

Kabar beredar ini muncul pada Rabu (20/08/2025) siang di media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp disertai dengan adanya potret menyerupai tangkapan layar dokumen print

Tim redaksi turut mendapatkan potret gambar beredar itu. Sebagai disclaimer, belum diketahui apakah gambar tersebut merupakan orisinil dikeluarkan dari pihak berwenang. 

Namun, dilihat pada redaksi tulisan di gambar, tertulis nama AKBP Dody Surya Putra yang dituliskan diangkat dalam jabatan baru sebagai Kasubbagkermalat Bagkerma Robinopsnal Saharkam Polri. 

Kemudian, masih di gambar yang sama, tertulis AKBP Khairul Basyar yang merupakan Kapolres Berau, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolres Kukar. 

Hingga berita ini terbit, tim redaksi masih coba lakukan upaya konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto perihal benar atau tidaknya gambar dokumen yang beredar tersebut. 

Kronologi Sebelumnya 

Diberitakan sebelumnya, terjadi gesekan melalui komunikasi via Whats App dan telepon Yulianus Henock dengan Dody Surya Putra.

Dalam keterangannya, Yulianus Henock mengungkapkan bahwa dirinya mendapat intimidasi langsung dari Kapolres Kukar ABBP Dody Surya Putra setelah menindaklanjuti laporan warga.

Henock menjelaskan, awalnya warga Jahab di Kukar menyatakan keresahan kepadanya dengan memberikan laporan telah mendapat tekanan terkait konflik lahan dengan pihak investor.

Menurut warga, mereka kerap dipaksa membubarkan diri ketika menolak aktivitas perusahaan, bahkan beberapa kali dipanggil aparat kepolisian.

“Masyarakat melapor karena merasa diintimidasi, dipaksa bubar, dan bahkan dikriminalisasi. Sebagai wakil daerah, saya punya kewajiban konstitusional untuk menindaklanjuti laporan mereka,” ujarnya.

Dari laporan warga itu, Henock sampaikan dirinya memiliki haknya untuk menerima pengaduan masyarakat sekaligus mengawasi kinerja aparat publik.

Ia menilai konflik agraria semacam ini seharusnya diselesaikan secara arif, bukan dengan pendekatan kriminalisasi.

“Kalau ada persoalan agraria, mestinya diselesaikan lewat pendekatan restorative justice. Itu yang diharapkan rakyat dan sejalan dengan instruksi Kapolri,” tambahnya.

Henock kemudian mencoba melakukan komunikasi awal dengan pihak Polres Kukar yang dipimpin oleh AKBP Surya Putra.

Namun, upayanya untuk mengklarifikasi laporan warga justru berujung ketegangan.

Henock mengaku mendapat telepon serta pesan WhatsApp bernada ancaman dari Kapolres Kukar.

Dalam komunikasi itu, dirinya dituding melakukan intimidasi dan bahkan diancam akan diproses untuk pergantian antar waktu (PAW).

“Lalu beliau (AKBP Dody) jawab dengan WA bahwa "PAW Kau. Saya mau di-PAW. Saya berpikir juga, polisi kok bisa mau PAW saya. Ini hal-hal yang aneh juga dalam hati saya," ucap Yulianus Henock dalam video yang dipublish pada akun Facebook @Yulianus Henock Sumual. 

Henock menilai ancaman tersebut bukan sekadar serangan personal, tetapi juga merendahkan martabat DPD RI sebagai lembaga tinggi negara.

Awak redaksi sudah coba lakukan konfirmasi kepada Polres Kukar perihal statement yang diucapkan Yulianus Henock tersebut. 

Melalui Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Kompol Roganda, menjawab pertanyaan awak redaksi terkait arti dari "PAW Kau" yang dilontarkan oleh Anggota DPD RI Yulianus Henock di media sosial. 

Yulianus Henock mengaku kata-kata "PAW Kau" itu ia dapat melalui pesan WhatsApp dari Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra

Disampaikan Kompol Roganda, dirinya tak menyaksikan langsung terkait adanya kata-kata "PAW Kau" tersebut. 

“Soal pernyataan Kapolres itu saya tidak mau berpendapat lebih karena saya tidak mendengar langsung. Tapi yang saya tangkap, mungkin beliau tersulut emosi karena dituding melakukan kriminalisasi terhadap warga, padahal itu tidak benar,” jelas Roganda saat dihubungi melalui telepon WhatsApp, Selasa (19/8/2025) malam. 

Ia menambahkan, kata tersebut bisa saja keluar karena Kapolres tidak ingin memperpanjang perdebatan.

 

Polda Kaltim Sudah Minta Maaf 

Pihak dari Polda Kaltim meminta maaf terkait adanya gesekan antara Yulianus Henock anggota DPD RI daerah pemilihan Kaltim dengan Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Dody Surya Putra.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yuliyanto, melalui siaran video di Instagram resmi Polda Kaltim dilihat Arusbawah.co, Senin (18/08/2025) malam. 

"Saya atas nama Polda Kalimantan Timur minta maaf atas tindakan dari Kapolres Kukar tersebut," ucapnya. 

Ia juga sampaikan bahwa persoalan ini sudah berbuah evaluasi untuk Kapolres Kukar yang dilakukan oleh pihak Polda Kaltim

"Yang kedua, saat ini pimpinan di Polda Kaltim sedang melaksanakan evaluasi khusus terhadap tindakan Kapolres Kukar dan tentu saja akan kami laporkan ke Mabes Polri," katanya. (wan/pra)

 

 

 

Tag

MORE