Sejumlah fasilitas akhirnya tidak berfungsi dengan baik, bahkan mengalami kerusakan karena minim aktivitas dan perawatan.
“Rumah jabatan tidak dihuni secara maksimal sehingga beberapa bangunan-bangunan tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Evaluasi dan Rehabilitasi Jadi Dasar Penggunaan Anggaran
Kata Achi, sebelum anggaran Rp25 miliar digelontorkan, pihaknya bersama tim dari Biro Umum telah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan rehabilitasi yang dianggap mendesak.
Fokusnya, kata dia, adalah pada perbaikan sarana dan prasarana yang rusak agar bangunan bisa kembali digunakan.
Meski begitu, Achi memastikan bahwa kondisi bangunan kini sudah jauh berbeda setelah dilakukan rehabilitasi.
Ia menyebut, fasilitas yang sebelumnya terbengkalai kini sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk kebutuhan pejabat, tapi juga masyarakat.
“Sekarang kondisinya jauh berbeda setelah dilakukan rehabilitasi sarana-prasarana digunakan dan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” pungkasnya.
(wan)
- Insentif dan Umrah Gratis Pemprov Kaltim, Marbot Masjid di Samarinda Akui Manfaatnya Terasa Nyata
- Saat Kebutuhan Tinggi Tapi Anggaran Menyusut, Dishub Kaltim Hanya Kerjakan PJU dan Dermaga Mahakam
- Dianggap Dipaksakan, Video Terima Kasih Sekolah Dibela Disdikbud Kaltim: 'Biar Gubernur Tahu Laporannya, Juga Masyarakat Tahu Capaian Kami'
Tag




