ARUSBAWAH.CO - Plt Kepala Biro Umum Setda Kalimantan Timur (Kaltim), Astri Intan Nirwany, turut menyampaikan alasan di balik anggaran Rp25 miliar untuk belanja fasilitas rumah jabatan gubernur dan wakil gubernur.
Wanita akrab disapa Achi itu menyebut kondisi awal bangunan sebelum ditempati Gubernur Rudy Mas’ud sangat memprihatinkan dan penuh kebocoran.
Pernyataan itu disampaikan Achi, dalam potongan video podcast bersama Diskominfo Kaltim yang dikutip redaksi Arusbawah.co, Jumat (17/4/2026).
Dalam video ia menjelaskan, belanja Rp25 miliar itu tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik rumah jabatan yang disebut sudah lama tidak terawat dan tidak difungsikan secara maksimal.
Video Podcast Tunjukkan Kondisi Rumah Jabatan Sebelum Direhabilitasi
Dalam video yang beredar, tampak gambaran kondisi bangunan Rumah Jabatan Gubernur Rudy Mas'ud sebelum direhabilitasi.
Di beberapa bagian, plafon terlihat jebol dengan lubang cukup besar.
Dari celah itu, air tampak menetes ke dalam ruangan rumah jabatan, meninggalkan bekas rembesan air hujan.
Tak hanya di dalam bangunan, kondisi atap atau rooftop juga memprihatinkan.
Air menggenang luas seperti kolam dangkal.
Dalam video itu, terlihat seorang pria berjalan di atas permukaan atap yang tertutup air.
Kedalamannya bahkan menutup sebagian kaki, memperlihatkan genangan sisa air hujan.
Air tampak mengalir, seolah tidak ada sistem pembuangan yang bekerja dengan baik.
Di sisi lain, unit AC outdoor berjajar, namun tidak diimbangi dengan saluran drainase yang memadai.
Selain itu, terlihat di dalam ruangan rumah jabatan Gubernur Rudy Mas'ud, kondisi tak kalah memprihatinkan.
Kasur atau ranjang yang digunakan sebagai tempat tidur terlihat penuh noda dan berjamur.
“Belum dilakukan renovasi, kondisinya sangat memprihatinkan sih. Terjadi kebocoran di mana-mana,” kata Achi dalam video tersebut.
- Dinkes Kaltim: Dari 149.000 Peserta yang Kita Bayarkan BPJS, Ternyata yang Sakit Hanya 17.000 Orang
- Inspektorat Kaltim Sebut Harum Resort Digunakan untuk Tamu VIP, Tagihan Rp144 Juta Akan Diperiksa BPK
- Inspektorat Kaltim Sebut Itjen Kemendagri Sudah Turun Tangan Periksa Belanja Fasilitas Rp25 Miliar Rujab Gubernuran
Kompleks Gubernuran Disebut Lama Tidak Difungsikan Maksimal
Lebih lanjut, kata Achi, kompleks rumah jabatan gubernur bukan hanya satu bangunan utama.
Di komplek terdapat sejumlah fasilitas besar, mulai dari rumah kediaman gubernur, ruang VIP, ruang pertemuan VIP, pendopo, Odah Etam, guest house, hingga gedung pertemuan yang dikenal dengan nama Olah Bebaya.
Di bagian paling ujung, terdapat mushola Lamin Etam yang dibangun pada periode gubernur sebelumnya.
Menurutnya, luas dan banyaknya bangunan itu justru menjadi tantangan tersendiri ketika tidak digunakan secara optimal.
Sejumlah fasilitas akhirnya tidak berfungsi dengan baik, bahkan mengalami kerusakan karena minim aktivitas dan perawatan.
“Rumah jabatan tidak dihuni secara maksimal sehingga beberapa bangunan-bangunan tidak berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Evaluasi dan Rehabilitasi Jadi Dasar Penggunaan Anggaran
Kata Achi, sebelum anggaran Rp25 miliar digelontorkan, pihaknya bersama tim dari Biro Umum telah melakukan evaluasi terhadap kebutuhan rehabilitasi yang dianggap mendesak.
Fokusnya, kata dia, adalah pada perbaikan sarana dan prasarana yang rusak agar bangunan bisa kembali digunakan.
Meski begitu, Achi memastikan bahwa kondisi bangunan kini sudah jauh berbeda setelah dilakukan rehabilitasi.
Ia menyebut, fasilitas yang sebelumnya terbengkalai kini sudah bisa dimanfaatkan secara maksimal, tidak hanya untuk kebutuhan pejabat, tapi juga masyarakat.
“Sekarang kondisinya jauh berbeda setelah dilakukan rehabilitasi sarana-prasarana digunakan dan dimanfaatkan maksimal oleh masyarakat,” pungkasnya.
(wan)
- Insentif dan Umrah Gratis Pemprov Kaltim, Marbot Masjid di Samarinda Akui Manfaatnya Terasa Nyata
- Saat Kebutuhan Tinggi Tapi Anggaran Menyusut, Dishub Kaltim Hanya Kerjakan PJU dan Dermaga Mahakam
- Dianggap Dipaksakan, Video Terima Kasih Sekolah Dibela Disdikbud Kaltim: 'Biar Gubernur Tahu Laporannya, Juga Masyarakat Tahu Capaian Kami'




