ARUSBAWAH.CO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur (Kaltim) terpaksa memangkas hampir seluruh rencana program fisik tahun 2026.
Di tengah kebutuhan infrastruktur transportasi yang terus menumpuk, instansi itu hanya menyisakan dua kegiatan utama yang dianggap paling mendesak yakni fasilitas keselamatan jalan dan pembangunan dermaga tambat di Sungai Mahakam.
Kepala Dishub Kaltim, Yusliando, menyebut keputusan ini diambil karena ruang fiskal yang makin sempit.
Dari sekian banyak usulan program, hanya dua yang dinilai bisa langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Untuk tahun 2026, kebijakan fisik hanya ada dua. Pertama pemasangan fasilitas keselamatan jalan, dan kedua pembangunan dermaga tambat,” ujarnya saat ditemui usai rapat RKPD, Kamis (16/4/2026).
Fokus Program: PJU dan Fasilitas Keselamatan Jalan
Program keselamatan jalan yang dimaksud mencakup pemasangan penerangan jalan umum (PJU), guardrail atau pagar pengaman, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Seluruh kegiatan difokuskan pada ruas jalan berstatus provinsi.
Namun di lapangan, kebutuhan justru jauh lebih luas. Lebih
Yusliando mengakui, banyak fasilitas jalan yang perlu dibenahi, mulai dari penerangan hingga marka.
Salah satu keluhan yang paling sering masuk adalah zebra cross yang sudah memudar dan sulit terlihat.
Meski begitu, tidak semua persoalan bisa ditangani Dishub provinsi.
Ada batas kewenangan yang membuat sebagian aduan harus dialihkan ke pemerintah kabupaten/kota.
“Yang kami tangani itu jalan provinsi. Kalau jalan kota, itu menjadi tanggung jawab Dishub kabupaten/kota. Memang banyak keluhan zebra cross, itu juga sampai ke kami,” jelasnya.
Tag



