ARUSBAWAH.CO - Sepuluh pemerintah daerah di Kalimantan Timur (Kaltim) telah melakukan input data pada Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran berjalan yang memuat ribuan paket pekerjaan dengan nilai triliunan rupiah.
Dari data yang dihimpun, terlihat adanya disparitas nilai anggaran pengadaan antar kabupaten/kota, dengan Kutai Kartanegara dan Kutai Timur menjadi daerah dengan nilai pengadaan terbesar, sementara Penajam Paser Utara tercatat paling rendah.
Kutai Kartanegara Pimpin Nilai Pengadaan Tertinggi
Kutai Kartanegara menempati posisi teratas dengan total 15.893 paket pengadaan dan nilai mencapai Rp 4.046.705.380.218.
Posisi kedua disusul Kutai Timur dengan 11.670 paket senilai Rp 3.025.763.340.380.
Sementara Kutai Barat juga mencatat angka besar dengan 15.078 paket dan total nilai Rp 2.019.534.799.725.
Berau dan Samarinda Masuk Kategori Nilai Tinggi
Kabupaten Berau mencatat 14.896 paket pengadaan dengan nilai Rp 2.051.556.888.068, menjadikannya salah satu daerah dengan aktivitas pengadaan paling besar di Kaltim.
Sementara itu, Kota Samarinda mencatat 4.465 paket dengan total nilai pengadaan mencapai Rp 1.754.206.961.123.
Balikpapan juga menunjukkan angka signifikan dengan 9.882 paket senilai Rp 1.706.254.494.010.
Kota dan Kabupaten Lain di Kaltim
Beberapa daerah lain juga tercatat dalam data RUP, di antaranya:
- Kota Bontang: 5.594 paket – Rp 1.036.573.516.724
- Paser: 10.338 paket – Rp 1.839.385.277.415
- Mahakam Ulu: 4.424 paket – Rp 1.550.681.075.059
- Penajam Paser Utara: 3.986 paket – Rp 598.330.144.942
Dari data tersebut, Penajam Paser Utara menjadi daerah dengan nilai pengadaan terendah dibanding kabupaten/kota lain di Kaltim.
RUP Diumumkan di Sistem Informasi Pengadaan Pemerintah
RUP sebagai dokumen perencanaan pengadaan wajib diumumkan secara terbuka melalui sistem informasi pengadaan pemerintah.
Hal ini bertujuan untuk memastikan proses belanja daerah dapat diawasi publik serta mencegah potensi penyimpangan.
Perbedaan signifikan nilai pengadaan antar daerah ini juga kerap menjadi sorotan, terutama terkait efektivitas belanja daerah dan prioritas pembangunan di masing-masing wilayah.
Data RUP 10 kabupaten/kota di Kaltim menunjukkan bahwa Kutai Kartanegara menjadi daerah dengan total anggaran pengadaan terbesar, sementara Penajam Paser Utara berada di posisi terbawah.
Namun demikian, besarnya angka pengadaan ini tetap perlu dilihat dalam konteks kebutuhan pembangunan dan struktur APBD masing-masing daerah.
Data RUP Berdasarkan Inaproc 2026
Kutai Kartanegara
Rp 4.046.705.380.218 (Rp 4,04 triliun) – 15.893 paket
Kutai Timur
Rp 3.025.763.340.380 (Rp 3,02 triliun) – 11.670 paket
Berau
Rp 2.051.556.888.068 (Rp 2,05 triliun) – 14.896 paket
Kutai Barat
Rp 2.019.534.799.725 (Rp 2,02 triliun) – 15.078 paket
Paser
Rp 1.839.385.277.415 (Rp 1,84 triliun) – 10.338 paket
Samarinda
Rp 1.754.206.961.123 (Rp 1,75 triliun) – 4.465 paket
Balikpapan
Rp 1.706.254.494.010 (Rp 1,71 triliun) – 9.882 paket
Mahakam Ulu
Rp 1.550.681.075.059 (Rp 1,55 triliun) – 4.424 paket
Kota Bontang
Rp 1.036.573.516.724 (Rp 1,04 triliun) – 5.594 paket
Penajam Paser Utara
Rp 598.330.144.942 (Rp 598,33 miliar) – 3.986 paket
(pra)
- Tahun 2025, Setidaknya Ada 4 Kursi Pijat Dibeli dari APBD Kaltim! Data Sudah Masuk Realisasi di Inaproc
- Muncul di RUP Inaproc 2026, Proyek Rujab Wawali Samarinda Rp19,5 Miliar Batal Jalan?
- RUPS Bankaltimtara 2026 Tetapkan Pengurus Baru! Cek Detail Jajaran Pimpinan di Bank Pelat Merah Kaltim
- Jamuan Tamu Pimpinan Kaltim Tembus Rp6 Miliar di Realisasi Inaproc 2025, Aceh Rp25 Juta! Bagaimana Malut dan Jabar?




