Target awal operasionalnya sempat direncanakan Januari 2026, namun masih menunggu keputusan pemerintah kota.
“Kami lebih percaya diri unit di Perjuangan bisa menghasilkan profit karena konsepnya sudah lebih siap. Target awal Januari 2026, tapi masih menunggu dari pemkot,” katanya.
Integrasi Ritel dan Kafe Lewat Bebaya and Coffee
Selain ritel, Perumda Varia Niaga juga menyiapkan konsep Bebaya and Coffee, menggabungkan ritel dan kafe untuk menyesuaikan tren pasar lokal sekaligus memperluas peran pengendalian harga komoditas.
“Kami melihat ada kebutuhan pasar untuk konsep ritel dan kafe. Kopi juga termasuk komoditas yang bisa memengaruhi inflasi, sehingga BUMD perlu ikut terlibat,” jelas Syamsuddin.
Secara finansial, ia memastikan operasional Bebaya Mart saat ini telah ditopang dari laba internal perusahaan.
“Operasional sudah disokong oleh laba. Sekarang fokus kami masuk tahap making profit tanpa meninggalkan fungsi pelayanan publik,” pungkasnya.
(raf)
Tag




