Arus Publik

Samarinda Terkini

Bebaya Mart Mulai Bidik Profit 2026, Siapkan Gerai Baru di Kawasan Perjuangan

Sabtu, 7 Februari 2026 20:41

BEBAYA MART - Bebaya Mart di Jalan Antasari, Samarinda/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Memasuki satu tahun operasional sejak diluncurkan pada Maret 2025, Bebaya Mart Samarinda mulai melangkah ke fase baru.

Unit usaha milik BUMD Perumda Varia Niaga Samarinda ini menargetkan masuk tahap making profit pada 2026, setelah pada tahun pertama lebih fokus menjalankan fungsi pelayanan publik dan pengendalian inflasi daerah.

Direktur Utama Perumda Varia Niaga Samarinda, Syamsuddin Hamade, menyebut capaian Bebaya Mart sejauh ini masih berorientasi pada public service obligation (PSO), khususnya dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.

“Selama inflasi masih terjaga, itu karena distribusi gas sesuai HET, beras SPHP, dan upaya menjaga harga ayam. Artinya, Bebaya Mart menjalankan fungsi pelayanan publik,” ujar Syamsuddin kepada Arusbawah.co, Sabtu (7/2/2026).

Fokus Awal Pelayanan Publik dan Kesehatan Usaha

Syamsuddin menjelaskan, pada fase awal operasional, perusahaan lebih menitikberatkan pada kesehatan usaha agar tidak merugi, meskipun keuntungan utama bukan berasal dari aspek finansial.

“Kami menjaga agar perusahaan tidak rugi dulu. Keuntungan di tahun pertama lebih pada kontribusi pelayanan publik. Di fase itu kami juga mencari pola bisnis yang paling tepat,” jelasnya.

Ia menegaskan, Bebaya Mart kini telah melewati fase stabilisasi.

“Tahap tidak rugi sudah terlewati, sekarang kami masuk fase making profit,” katanya.

Rencana Ekspansi Gerai di Kawasan Perjuangan

Selain gerai yang telah beroperasi di Antasari, Perumda Varia Niaga juga menyiapkan pembukaan Bebaya Mart di kawasan Perjuangan.

Lokasi tersebut direncanakan terintegrasi dengan konsep Bebaya Kos Syariah, memanfaatkan aset milik Pemerintah Kota Samarinda.

“Selain Antasari, kami rencanakan buka di Perjuangan. Saat ini masih berdiskusi dengan pemkot untuk memaksimalkan aset daerah, termasuk integrasi dengan Bebaya Kos Syariah,” ujarnya.

Pembahasan tersebut masih berada pada tahap awal, termasuk penjajakan skema kerja sama operasional.

“Sampai sekarang masih dalam bentuk proposal, apakah nanti skema kerja sama operasional atau sewa aset,” tambahnya.

 

PSO Tetap Jadi Prioritas, PAD Menyusul

Syamsuddin menegaskan, kontribusi utama BUMD pada fase awal bukanlah pendapatan asli daerah (PAD), melainkan pelayanan publik untuk menjaga stabilitas harga.

“Dalam usaha pasti ada yang untung dan ada yang disubsidi. Kontribusi ke pemkot jelas melalui PSO—distribusi gas sesuai HET, beras SPHP, dan pasar murah. Kesehatan perusahaan dijaga dulu, setelah itu baru bicara PAD,” tegasnya.

Target Profit Tanpa Mengabaikan Pengendalian Inflasi

Memasuki tahun kedua operasional, Bebaya Mart mulai menargetkan keuntungan, namun tetap mempertahankan peran strategisnya dalam pengendalian inflasi.

“Tahun pertama kami uji konsep Bebaya Mart Antasari dan sudah menemukan polanya. Tahun 2026 ini waktunya masuk fase making profit, tapi target keuntungan tidak boleh menghilangkan fungsi menjaga inflasi,” ujarnya.

Gerai Bebaya Mart Perjuangan disebut akan disiapkan dengan konsep yang lebih matang.

Target awal operasionalnya sempat direncanakan Januari 2026, namun masih menunggu keputusan pemerintah kota.

“Kami lebih percaya diri unit di Perjuangan bisa menghasilkan profit karena konsepnya sudah lebih siap. Target awal Januari 2026, tapi masih menunggu dari pemkot,” katanya.

Integrasi Ritel dan Kafe Lewat Bebaya and Coffee

Selain ritel, Perumda Varia Niaga juga menyiapkan konsep Bebaya and Coffee, menggabungkan ritel dan kafe untuk menyesuaikan tren pasar lokal sekaligus memperluas peran pengendalian harga komoditas.

“Kami melihat ada kebutuhan pasar untuk konsep ritel dan kafe. Kopi juga termasuk komoditas yang bisa memengaruhi inflasi, sehingga BUMD perlu ikut terlibat,” jelas Syamsuddin.

Secara finansial, ia memastikan operasional Bebaya Mart saat ini telah ditopang dari laba internal perusahaan.

“Operasional sudah disokong oleh laba. Sekarang fokus kami masuk tahap making profit tanpa meninggalkan fungsi pelayanan publik,” pungkasnya.

(raf)

 

Tag

MORE