Arus Publik

Bantuan Rp 7,5 Miliar Pemprov Langsung Dikirimkan ke BPKAD Sumbar, Sumut dan Aceh! Pos Dana Mana yang Dipakai?

Relawan juga dikirimkan ke lokasi bencana

Jumat, 12 Desember 2025 9:47

Wawancara Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengirim bantuan Rp7,5 miliar untuk penanganan darurat bencana di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.

Seluruh dana itu diambil dari Belanja Tak Terduga (BTT) dan ditransfer langsung ke masing-masing BPKAD tiga provinsi tersebut.

Setiap provinsi menerima masing-masing Rp2,5 miliar.

Bantuan itu sebagai respon cepat Pemprov Kaltim terkait bencana besar beruntun yang melanda wilayah Sumatera dan Aceh selama beberapa dua minggu terakhir.

Selain dana, Kaltim juga mengirim tim medis, relawan, hingga pembukaan dapur umum di daerah yang masih terisolasi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi juga solidaritas antar daerah.

“Kaltim segera bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang ada di Sumatera. Kita memang ada memberikan bantuan yang nilainya tidak seberapa. Tapi ini adalah demi persahabatan, persaudaraan, dan kekeluargaan,” ujar Rudy kepada awak media pada, Selasa (9/12/2025) lalu.

Bantuan Dicairkan Langsung ke BPKAD Tiga Provinsi

Pemprov Kaltim memilih skema transfer langsung ke BPKAD karena pemerintah daerah setempat dinilai paling memahami distribusi kebutuhan ke kabupaten dan kota terdampak.

Dana itu juga akan masuk ke mekanisme pertanggungjawaban resmi Pemda provinsi penerima.

“Ada 7,5 miliar yang kita bantukan. Dan itu dibagi menjadi tiga, jadi Rp 2,5 miliar, Rp 2,5 miliar, dan Rp 2,5 miliar,” kata Rudy.

Diambil dari BTT, Bukan Anggaran Program

Saat ditanya terkait sumber anggaran, Rudy menjawab lugas.

“Kita dari BTT ya. BTT itu belanja tak terduga namanya,” tegasnya.

Penggunaan Belanja Tak Terduga (BTT) menjadi poin penting karena anggaran ini adalah pos legal yang memang disiapkan pemerintah daerah untuk kebutuhan darurat dan tidak terduga, termasuk bantuan antarprovinsi.

Saat ditanya kembali detail bentuk bantuan, ia menegaskan dana tersebut bukan barang atau logistik fisik, melainkan uang tunai yang dititipkan kepada pemerintah provinsi penerima.

“Bentuk uang tunai itu. Itu langsung kepada BPKAD-nya mereka di sana, di setiap provinsi yang ada di sana, itu kita titipkan ke sana. Dan mudah-mudahan nanti mereka yang menyalurkan di beberapa kabupaten, kotanya, karena yang tahu pasti kan mereka yang ada di sana ya,” ujarnya.

Rudy menyebut skema ini juga sesuai pada arahan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ini juga sesuai dengan arahan daripada menteri dalam negeri. Jadi semua kabupaten, kota, dan provinsi se-Indonesia berurunan untuk membantu saudara-saudara kita yang kena musibah di sana,” tambahnya.

 

Daerah Terisolir, Akses Putus, dan Krisis Logistik Dasar

Selain bantuan uang tunai, Pemprov Kaltim juga telah lebih dulu mengirim relawan, logistik tambahan, dan menyiapkan tim medis serta dapur umum.

Kata dia, Beberapa wilayah di Sumut dan Sumbar masih tidak bisa dijangkau jalur darat karena jembatan rusak.

“Masih ada beberapa kabupaten kota di sana yang sangat-sangat terisolir. Jembatannya putus, aksesnya tidak bisa dijangkau kecuali menggunakan heli,” kata Rudy.

Ia juga menyebut bahwa kebutuhan dasar warga masih sangat kurang.

Relawan dari Kaltim disebut sudah mulai bergerak lebih dulu sejak pekan lalu.

Beberapa tim medis dan BPBD akan menyusul membawa kebutuhan tambahan.

“Mereka hari ini memang keterbatasan mulai dari pasokan bahan bakar sampai bahan makanan termasuk di dalamnya pampers, susu untuk anak-anak bayi yang ada di sana masih sangat memprihatinkan. Kita akan segera mengirim ke sana BPBD,” ucap Rudy Mas’ud.

Penegasan BPBD Kaltim Soal Acuan Kajian Risiko Bencana

Sementara itu, analis Kebijakan Ahli Muda BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, menegaskan bahwa seluruh langkah penanganan bencana harus berpedoman pada Kajian Risiko Bencana (KRB) yang telah disusun sesuai karakteristik tiap daerah. 

Prinsip itu juga berlaku dalam pengiriman bantuan ke wilayah Sumatera yang terdampak bencana.

Saat ini, BPBD Kaltim masih memfinalisasi pembagian tugas untuk tim yang akan diterjunkan dalam proses pemulihan. 

Sugeng mengingatkan bahwa hanya SDM terlatih dan bersertifikat kebencanaan yang diizinkan berangkat.

“Tiapp masing-masing dari kami harus berbekal pelatihan-pelatihan rescue kebencanaan. Bersertifikat. Jadi tidak bisa sembarangan asal berangkat menolong. Harus ada keilmuannya,” jelas Sugeng saat dikonfirmasi terpisah.

Ia menambahkan, kesiapsiagaan bencana bukan sekadar memastikan ketersediaan peralatan, tetapi juga menyangkut cara koordinasi, keakuratan informasi, dan kecepatan merespons kondisi lapangan. 

Karena itu, BPBD Kaltim terus melakukan komunikasi dengan berbagai OPD, termasuk Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, untuk merapikan pembagian tugas antara tenaga medis dan relawan sosial.

“Belum final, masih kita perhitungkan semua susunannya. Yang pasti kita masih kontak-kontakan dengan Dinas Kesehatan dan Sosial. Masih akan berlanjut rapat persiapannya sebelum berangkat,” ujarnya.

Bantuan Kaltim untuk Sumatera Diberangkatkan Secepatnya

Meski masih dalam tahap penyusunan, Sugeng memastikan bahwa bantuan dari Kaltim untuk Sumatera akan diberangkatkan secepat mungkin dan ditargetkan tiba di lokasi bencana dalam pekan ini.

“Iya, secepatnya kita berangkat. Ini masih menunggu finalisasi perencanaan. Dan disetujui gubernur, jika sudah siap semua tim segera berangkat,” pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops BPBD Kaltim, Cahyo Kristanto, menyampaikan bahwa jadwal keberangkatan belum ditetapkan.

“Belum dapat kabar pastinya. Tapi saat ini sedang koordinasi perihal keberangkatan tersebut bersama Sekda dan Kepala BPKAD siang ini,” katanya.

Dampak Bencana di Sumatera Berdasarkan Data BNPB

Dengan rangkaian persiapan ini, BPBD Kaltim optimistis bantuan yang dikirim akan membantu meringankan beban warga terdampak dan mempercepat proses pemulihan di wilayah Sumatera.

Data terakhir BNPB hingga pukul 9.11 WIB mencatat total korban luka akibat rangkaian bencana di tiga provinsi telah mencapai 5.000 orang, sementara 262 lainnya masih dinyatakan hilang.

Kerusakan infrastruktur dan permukiman juga sangat besar. 

Tercatat 157,9 ribu rumah terdampak di 52 kabupaten, disertai kerusakan pada 1.200 fasilitas umum, 215 fasilitas kesehatan, 584 sekolah dan fasilitas pendidikan, 423 rumah ibadah, 287 gedung kantor, serta 498 jembatan.

Rincian Korban Bencana di Tiap Provinsi Berdasarkan Data Terakhir BNPB Kaltim

Aceh

* Meninggal 391 jiwa
* Hilang 31 jiwa
* Terluka 4.300 jiwa

Sumatra Barat

* Meninggal 238 jiwa
* Hilang 93 jiwa
* Terluka 113 jiwa

Sumatra Utara

* Meninggal 340 jiwa
* Hilang 138 jiwa
* Terluka 650 jiwa

(wan)

 

Tag

MORE