Tren Kemiskinan Samarinda dan Posisi Anggaran 2026
Secara historis, persentase penduduk miskin Samarinda dalam 10 tahun terakhir menunjukkan tren menurun, dari 4,82 persen menjadi 4,3 persen pada 2024, dan turun lebih jauh menjadi 3,45 persen pada data per November 2025.
Dibandingkan provinsi Kalimantan Timur, persentase kemiskinan Samarinda berada di urutan delapan dari 10 kabupaten/kota, dengan wilayah tertinggi adalah Kabupaten Mahakam Hulu sebesar 10 persen dan Kabupaten Kutai Barat sebesar 9 persen.
Sementara tren kemiskinan kota menunjukkan penurunan, alokasi Belanja Bantuan Sosial dalam APBD 2026 sebesar Rp560.000.000 tercatat tidak mengalami perubahan signifikan dibandingkan komponen belanja lain yang nilainya jauh lebih besar, seperti Belanja Pegawai Rp1.573.081.641.928 dan Belanja Hibah Rp134.194.234.375.
Dari sisi pendapatan, APBD 2026 ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah Rp1.217.997.089.900 dan Pendapatan Transfer Rp1.942.441.780.100, dengan total pendapatan sebesar Rp3.183.438.870.000 yang ditetapkan setara dengan total belanja, sehingga APBD 2026 berada dalam kondisi nol defisit dan nol SILPA. (jay)




