ARUSBAWAH.CO - Pemutaran film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Mulawarman (Unmul), Jumat (15/5/2026), bukan sekadar agenda nonton bareng biasa.
Di tengah lebih dari 300 mahasiswa yang memadati lokasi pemutaran, diskusi film itu justru berubah menjadi ruang kesaksian dua mahasiswa asal Papua yang merasa cerita dalam film tersebut bukan lagi tontonan, melainkan kenyataan yang mereka alami sendiri.
Dua mahasiswa itu, Nikolaus Yeblo dan Lince, berbicara terbuka kepada redaksi Arusbawah.co konflik tanah adat, ekspansi sawit, hingga masuknya perusahaan besar ke wilayah Papua.
“Kalau bagi saya sendiri orang Papua, hal ini sudah biasa,” kata Nikolaus Yeblo, mahasiswa asal Papua Barat Daya kepada wartawan.
“Saya pernah berada di posisi itu,” lanjutnya.
Film Pesta Babi Soroti Proyek PSN dan Hilangnya Hutan Adat di Papua
Film dokumenter karya Dandhy Laksono dan Cypri Paju Dale tersebut memang menyoroti dampak ekspansi industri dan proyek strategis nasional (PSN) di Papua Selatan.
Selama sekitar 90 menit, film itu menggambarkan bagaimana hutan adat perlahan hilang, pangan tradisional terancam, hingga ruang hidup masyarakat adat terus terdesak proyek pangan dan energi berskala besar.
Wilayah seperti Merauke, Boven Digoel, dan Mappi menjadi latar utama cerita.
Penonton diperlihatkan kedatangan kapal-kapal pembawa alat berat untuk mendukung proyek bioetanol tebu dan biodiesel sawit yang disebut sebagai bagian dari agenda ketahanan pangan nasional.
Nikolaus Yeblo Sebut Konflik Papua dalam Film Baru Sebagian Kecil
Namun bagi Nikolaus, konflik yang ditampilkan dalam film itu baru sebagian kecil dari persoalan Papua.
“Kalau dikatakan mewakili, iya, tapi baru sebagian. Papua sekarang sudah dibagi jadi enam provinsi. Ini baru Papua Selatan. Belum lagi wilayah lain dengan masalah berbeda-beda,” ujarnya.
Menurut dia, persoalan di Papua bukan hanya soal lingkungan.
Ada isu kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sampai konflik militer yang menurutnya masih terus terjadi.
Tag



