Arus Publik

Samarinda Terkini

ASN Samarinda WFH 50 Persen, Absensi dari Rumah 3 Kali Sehari, Fake GPS Langsung Disanksi!

Sabtu, 11 April 2026 22:22

MENJELASKAN - Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam konferensi pers saat menjelaskan skema WFH ASN Pemkot/Arusbawah.co

Absensi Geotagging, Fake GPS Kena Sanksi Berat

Untuk menjaga kedisiplinan, ASN yang WFH diwajibkan melakukan absensi berbasis geotagging sebanyak tiga kali sehari dari rumah masing-masing, yakni pagi, siang, dan sore.

Sistem ini terhubung langsung dengan peta untuk memastikan keakuratan lokasi.

“Kita akan langsung menghubungkannya dengan map. Apakah benar yang bersangkutan melakukan absensi dari rumah?” ujarnya.

Andi Harun juga mengingatkan bahwa manipulasi lokasi akan dikenai sanksi berat.

“Kalau ada yang melakukan fake GPS atau pergeseran posisi sesungguhnya bukan dari rumahnya tapi di tempat lain maka itu terkena pelanggaran disiplin berat," katanya. 

 

Dashboard Hitung BBM hingga Rupiah Secara Real Time

Melalui sistem yang dibangun, Pemkot dapat menghitung potensi penghematan BBM berdasarkan jarak tempuh dan jenis kendaraan yang digunakan ASN.

Sebagai gambaran, untuk kendaraan roda empat, diasumsikan konsumsi 1 liter BBM per 10 kilometer, sehingga rata-rata penghematan pulang-pergi mencapai sekitar 2 liter per orang.

“Supaya kita bisa hitung dari rata-rata jarak dengan rata-rata pemakaian. Kalau roda empat atau mobil, itu hitungan kita sementara itu rata-rata 1 liter per 10 km. Berarti pulang pergi 2 liter per orang," paparnya.

Dashboard ini juga dirancang terbuka bagi publik. Namun, tetap menjaga aspek privasi pegawai.

“Terus terang kecuali satu yang kita tidak tampilkan, letak rumah karena itu hak privasi. Tapi saya bisa ngelihat sebagai pimpinan mereka di dashboard utama pengendali saya bisa lihat," pungkasnya.

Tag

MORE