ARUSBAWAH.CO - Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Barisan Mahasiswa Merdeka (KBMM) Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Jumat (10/4/2026).
Sekitar 11 orang mahasiswa turun ke jalan untuk mendesak penegak hukum mengusut dugaan kredit macet senilai Rp235 miliar di Bankaltimtara.
Dalam aksinya, mahasiswa menyoroti kredit bermasalah yang disebut melibatkan PT Hasamin Bahar Lines (HBL) dan dikaitkan dengan Ketua DPRD Kalimantan Timur, Hasanuddin Mas’ud.
Aksi dimulai pukul 14.00 Wita dan berlangsung sekitar satu jam dengan tuntutan utama agar Kejati Kaltim segera melakukan penyelidikan menyeluruh.
Dugaan Masalah Tata Kelola dan Keterkaitan Elite
Koordinator lapangan aksi, Guntur, menyebut dugaan kredit macet ini bukan persoalan biasa.
Ia menilai kasus tersebut mencerminkan potensi masalah serius dalam tata kelola keuangan daerah, khususnya di Bankaltimtara sebagai bank milik pemerintah daerah.
“Kalau benar nilainya sampai ratusan miliar rupiah, ini bukan lagi sekadar kredit macet biasa. Ada indikasi masalah besar yang harus dibuka ke publik,” kata Guntur dalam orasinya.
Menurut dia, informasi yang beredar di media sosial menyebut adanya keterkaitan antara kredit macet PT HBL dengan elite politik daerah.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa bank daerah tersebut rentan menjadi ruang kompromi antara kepentingan ekonomi dan politik.
Mahasiswa Pertanyakan Sikap Kejati
Mahasiswa juga menyoroti sikap Kejati Kaltim yang dinilai masih pasif dalam merespons isu tersebut.
Mereka mempertanyakan keberanian aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan aktor-aktor berpengaruh.
“Pertanyaannya sederhana, apakah Kejati berani menyentuh aktor besar di balik kasus ini, atau justru tunduk pada tekanan politik?” ujar Guntur.




