Advertorial

Diskominfo Kalimantan Timur

Asal Usul Gratispol, Dirancang Diam-Diam Jauh Sebelum Pilkada, Seno Aji Ungkap Blueprintnya

Hanya 8 Persen Anak Kaltim Kuliah

Senin, 24 November 2025 20:27

Seno Aji Wakil Gubernur Kaltim saat memberi pidato dalam acara Diskusi Publik Arusbawah.co bertajuk Tuk Ki Tak Ki Tuk Gratispol Pendidikan Supaya Baik Jalannya di Temindung Creative Hub, Samarinda, Kamis (20/11/2025) lalu/Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Gagasan pendidikan gratis yang kini dikenal sebagai program Gratispol di Kalimantan Timur bukan lahir dalam semalam.

Jauh sebelum kampanye politik hingga euforia kemenangan pemilihan gubernur dalam Pilkada, rencana ini diam-diam disusun secara sistematis oleh Seno Aji, yang kala itu masih duduk sebagai Wakil Ketua DPRD Kaltim.

Pengakuan Seno Aji di Diskusi Publik: Ide Ini Sudah Lama Disiapkan

Dalam Diskusi Publik Arusbawah.co bertajuk Tuk Ki Tak Ki Tuk Gratispol Pendidikan Supaya Baik Jalannya di Temindung Creative Hub, Samarinda, Kamis (20/11/2025) lalu, Seno membuka asal-usul program Gratispol.

Bagaimana ia muncul?, bagaimana ia dihitung?, dan bagaimana kini pemerintah berusaha mempertahankannya di tengah badai fiskal?.

“Gagasan besar ini terjadi pada saat jauh sebelum kami melangkah sebagai pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” kata Seno membuka cerita di hadapan peserta diskusi.

Fakta Awal: Anggaran Besar, Tapi Nilai Beasiswa Kecil

Saat itu, menurutnya, laporan keuangan Pemprov Kaltim menunjukkan tren anggaran daerah yang terus meningkat sejak 2020.

Waktu itu, hal yang menggelitik pikirannya yaitu anggaran beasiswa sangat kecil dibanding kebutuhan masyarakat.

“Saya lihat anggaran untuk beasiswa dan anak-anak kuliah itu sangat kecil. Saya berpendapat kalau anggaran ini diperbesar, maka kesempatan anak-anak akan lebih baik,” ungkapnya.

Dari kondisi itu, ia mulai berdiskusi dengan Rudy Mas’ud, calon gubernur yang kini menjadi pasangannya dalam memimpin Kaltim.

Pendidikan menjadi salah satu visi-misi utama mereka.

Data Mengejutkan: Hanya 8 Persen Anak Kaltim Kuliah

Namun perjalanan menyusun konsep tak semulus yang ia bayangkan.

Perjalanan ke 10 kabupaten/kota membuka fakta yang mengejutkan yakni hanya sekitar 8 persen anak muda Kaltim yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Ternyata baru sekitar 8 persen masyarakat Kalimantan Timur ini yang anak-anaknya kuliah. Kalau 8 persen berarti banyak yang harus diselesaikan. Mereka tidak kuliah karena orang tuanya tidak mampu,” ujar Seno.

Tag

MORE