ARUSBAWAH.CO - Di balik angka-angka dalam rancangan APBD 2026, ada kegelisahan yang mulai disuarakan.
DPRD Kota Samarinda menilai alokasi anggaran untuk program pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana (KB) masih terlalu kecil—dan ini bukan sekadar soal angka, tapi soal masa depan.
Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Anhar, melihat persoalan ini sebagai sesuatu yang tidak bisa dianggap sepele.
Baginya, urusan demografi bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang bagaimana kota ini bertahan dalam 10 hingga 20 tahun ke depan.
Anggaran Minim, Ancaman Jangka Panjang Mengintai
Anhar mengingatkan, jika pengendalian penduduk tidak ditopang anggaran yang memadai, dampaknya bisa terasa dalam bentuk tekanan besar pada layanan publik.
Tag



