Bontang menggelontorkan Rp1,087 triliun untuk belanja barang dan jasa, menjadi pos paling besar.
Belanja lainnya Rp92,75 miliar, yang mayoritas dialihkan ke hibah Rp81,24 miliar.
Meski kecil, efisiensi tetap diperlukan.
8. Kota Samarinda: Belanja Modal Mendominasi, Namun Belanja Hibah Tinggi
Samarinda menganggarkan belanja modal Rp2,73 triliun.
Sementara belanja lainnya Rp202,22 miliar, hampir seluruhnya habis untuk hibah Rp195,65 miliar.
Ini angka yang besar untuk sektor yang bersifat tidak mendesak.
9. Penajam Paser Utara: Bantuan Keuangan Masih Terlalu Besar
PPU menganggarkan belanja lainnya Rp215,32 miliar.
Bantuan keuangan Rp156,74 miliar menjadi pos terbesar meski kebutuhan daerah lebih mendesak pada layanan dasar.
10. Mahakam Ulu: Belanja Barang dan Jasa Mendominasi, Tapi BTT Sangat Tinggi
Mahulu menganggarkan belanja lainnya Rp359,11 miliar.
Menariknya, belanja tidak terduga (BTT) mencapai Rp122,97 miliar, tertinggi se-Kaltim.
Di tengah penurunan TKD 2026, pos-pos inilah yang bisa jadi opsi untuk harus dikurangi.
Bupati dan Wali Kota tidak punya pilihan lain selain mengalihkan anggaran dari pos tidak produktif ke sektor layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur yang benar-benar menyentuh masyarakat.
(wan)
Tag




