ARUSBAWAH.CO - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalimantan Timur (Kaltim) tengah memasuki fase percepatan.
Skema pendanaannya dibuat fleksibel agar dapat menyesuaikan dinamika lapangan, kebutuhan porsi makan, hingga standar gizi yang ditetapkan pemerintah.
Namun di balik fleksibilitas itu, ada hitungan anggaran yang fantastis.
Jika MBG berjalan penuh sesuai target harian 1,1 juta penerima manfaat, kebutuhan anggarannya bisa tembus lebih dari Rp16 miliar per hari. Bagaimana hitungannya?
Skema Anggaran: Fleksibel, Bergerak Sesuai Kebutuhan
Pendamping Kepala Regional BGN Kaltim, Sirajul Amin, menjelaskan bahwa anggaran MBG tidak bersifat tetap.
Jumlahnya terus menyesuaikan kebutuhan aktual, termasuk fluktuasi harga bahan makanan.
Di Kaltim, dana operasional diajukan oleh masing-masing Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) melalui proposal. Proposal mencakup tiga komponen:
- Bahan baku
- Biaya operasional
- Insentif
Proposal dari Kepala SPPG kemudian diverifikasi oleh Kepala BGN. Pencairan dana dilakukan menggunakan skema virtual account (VA), yang hanya dapat diakses oleh dua pihak: perwakilan yayasan dan Kepala SPPG.
“Anggaran dari pusat fleksibel sesuai kebutuhan, porsi, serta gizi seimbang untuk para pelajar,” ujar Sirajul, Selasa (25/11/2025).




