ARUSBAWAH.CO - Isu anggaran untuk mencuci pakaian Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud ramai dan viral di media sosial.
Nilainya, disebut mencapai Rp450 juta per tahun.
Dikonfirmasi soal anggaran itu, Pemerintah Provinsi Kaltim angkat bicara.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setda Kaltim, Astri Intan Nirwany, membenarkan adanya anggaran tersebut.
Tapi, ia menegaskan narasi yang beredar tidak utuh dan berpotensi menyesatkan.
“Memang kita siapkan anggaran Rp450 juta per tahun. Tapi itu bukan khusus untuk laundry pakaian kepala daerah,” kata Astri, yang akrab disapa Achi, saat dikonfirmasi wartawan di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (4/5/2026).
Nomenklatur RUP Disebut Jadi Sumber Salah Tafsir
Penjelasan Soal Istilah “Laundry Kepala Daerah”
Achi menjelaskan, persoalan itu muncul dari penyebutan dalam dokumen resmi pemerintah, yakni Rencana Umum Pengadaan (RUP).
Dalam dokumen itu, kata dia, tertulis nomenklatur “belanja jasa cuci atau laundry kepala daerah”.
Menurutnya, penyebutan itu semata mengikuti sistem yang ada di Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), bukan menggambarkan penggunaan riil anggaran.
“Di RUP memang tertulis begitu. Tapi anggarannya bukan hanya untuk pakaian kepala daerah. Itu untuk kebutuhan kerumahtanggaan di rumah jabatan,” jelasnya.




