Pemkot memahami bahwa sebagian pedagang telah menganggap kios sebagai milik pribadi karena sebelumnya membeli dari perantara.
Perubahan ini memerlukan edukasi bertahap agar para pedagang memahami status hukum lapak mereka.
“Ini perubahan kebiasaan puluhan tahun. Edukasinya harus pelan-pelan,” tambahnya.
Bangunan Siap, Fasilitas Lengkap, Menunggu Sistem Berjalan
Semua fasilitas teknis telah siap, termasuk jaringan untuk pemasangan AC di setiap kios. Koridor pedestrian, zona bongkar muat, hingga koneksi dengan Citra Niaga dan Masjid Darussalam juga sudah tertata.
“Kalau pedagang ingin menggunakan AC, tinggal pasang. Infrastruktur dasarnya sudah lengkap,” ujar Andi Harun.
Revitalisasi Pasar Pagi bukan hanya memperbarui bangunan, tetapi membangun ulang tata kelola, alur barang, dan kenyamanan pengunjung.
Pemkot memastikan peresmian akan dilakukan setelah seluruh sistem administrasi sudah benar-benar klir dan siap diterapkan. (isa)
Tag




