Arus Publik

Andi Harun Mau Rapikan Sistem Administrasi Klir di Pasar Pagi, Peresmian Masih Menunggu

by:
Lisa
Sabtu, 6 Desember 2025 14:3

Wali Kota Samarinda, Andi Harun/Foto: Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Revitalisasi Pasar Pagi Samarinda sebenarnya sudah rampung secara fisik. Bangunan utama berdiri lengkap, fasilitas pendukung siap digunakan, dan aktivitas perdagangan pun dapat segera berjalan.

Namun Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa peresmian belum bisa dilakukan karena pemerintah ingin merapikan sistem administrasi pasar yang selama ini dinilai belum tertata rapi. 

Bukan Konstruksi, tapi Tata Kelola yang Jadi Fokus

Menurut Andi Harun, jeda peresmian bukan disebabkan kendala teknis pembangunan.

Dua pekerjaan tambahan—koridor penghubung Pasar Pagi–Citra Niaga hingga Masjid Darussalam serta pemasangan saluran air dan crossing Jalan Ke Haji Khalid—tidak menjadi penghambat operasional.

Begitu pula pagar baru di Jalan Pandai yang hanya berfungsi mengatur arus logistik.

“Secara teknis pasar sudah bisa beroperasi. Tapi ada celah tata kelola yang selama ini membuat lapak bisa dialihkan berkali-kali seolah itu milik pribadi. Padahal asetnya milik pemerintah. Ini yang harus kita hentikan,” tegas Andi Harun.

Pemkot Tidak Ingin Mengulang Pola Lama

Selama lebih dari dua dekade, Pasar Pagi menjadi kawasan yang rawan percaloan dan praktik pengalihan kios tanpa dasar hukum.

Pemerintah ingin memutus mata rantai tersebut sebelum pasar kembali dibuka untuk pedagang.

Andi Harun menegaskan bahwa peresmian bukan sekadar tentang bangunan baru, tetapi reformasi sistem yang mengatur siapa yang benar-benar berhak menggunakan kios.

“Kita ingin pasar dikelola jauh lebih modern. Yang kita siapkan sekarang adalah sistemnya, bukan cuma fisiknya,” ujarnya.

 

Digitalisasi Jadi Fondasi Baru Pengelolaan Pasar

Pemkot tengah merancang sistem digitalisasi untuk seluruh administrasi Pasar Pagi.

Hak penggunaan kios yang dulu dikelola secara manual kini akan dicatat dalam sistem digital yang transparan. Setiap transaksi, mutasi, atau perubahan status akan terekam dan dapat diawasi publik.

Andi Harun menyebut minimnya transparansi selama ini menjadi akar tumbuhnya praktik jual-beli kios ilegal.

“Dengan sistem digital, percaloan kita hentikan. Aset pemerintah juga bisa kita lindungi, sementara pedagang mendapat kepastian,” kata Andi Harun.

Butuh Edukasi karena Mengubah Kebiasaan Lama

Pemkot memahami bahwa sebagian pedagang telah menganggap kios sebagai milik pribadi karena sebelumnya membeli dari perantara.

Perubahan ini memerlukan edukasi bertahap agar para pedagang memahami status hukum lapak mereka.

“Ini perubahan kebiasaan puluhan tahun. Edukasinya harus pelan-pelan,” tambahnya.

Bangunan Siap, Fasilitas Lengkap, Menunggu Sistem Berjalan

Semua fasilitas teknis telah siap, termasuk jaringan untuk pemasangan AC di setiap kios. Koridor pedestrian, zona bongkar muat, hingga koneksi dengan Citra Niaga dan Masjid Darussalam juga sudah tertata.

“Kalau pedagang ingin menggunakan AC, tinggal pasang. Infrastruktur dasarnya sudah lengkap,” ujar Andi Harun.

Revitalisasi Pasar Pagi bukan hanya memperbarui bangunan, tetapi membangun ulang tata kelola, alur barang, dan kenyamanan pengunjung.

Pemkot memastikan peresmian akan dilakukan setelah seluruh sistem administrasi sudah benar-benar klir dan siap diterapkan. (isa)

 

Tag

MORE