“Dengan tertangkapnya nanti dua pelaku lainnya, semua perkara ini bisa terungkap, apa motif dan tujuannya,” pungkas Hendri.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 22 mahasiswa Unmul (didominasi dari FKIP) ditangkap polisi di Jalan Banggeris, Samarinda, pada Senin dini hari (1/9/2025) menjelang aksi unjuk rasa besar Aliansi Mahakam di depan DPRD Kaltim.
Dari jumlah tersebut, 18 mahasiswa telah dibebaskan, sementara 4 orang lainnya masih ditahan dengan dugaan perakit bom molotov.
Empat orang mahasiswa yang ditahan itu kemudian sudah ditetapkan tersangka oleh kepolisian. (pra)
Baca juga:
Tag




