ARUSBAWAH.CO - Ketua DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) Hasanuddin Mas’ud turun menemui ribuan mahasiswa, buruh, dan aliansi masyarakat sipil yang berunjuk rasa di halaman DPRD Kaltim, Senin (1/9/2025).
Aksi demo itu membawa 11 tuntutan, termasuk desakan penghapusan tunjangan mewah anggota dewan hingga percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset.
Tekanan massa membuat Hasanuddin Mas’ud, yang akrab disapa Hamas, keluar dari gedung dewan.
Hamas berdiri di atas truk komando berwarna kuning hampir satu jam, berusaha meyakinkan ribuan demonstran bahwa aspirasi mereka akan ditindaklanjuti.
“Aspirasi kalian tetap didengarkan. Kami sepakat, 11 tuntutan mahasiswa dan masyarakat akan kami tandatangani. Soal tunjangan yang dianggap berlebihan juga akan dikaji ulang,” tegas Hamas di hadapan ribuan massa.
Namun pernyataan dan janji Hamas itu tidak serta-merta meredakan massa.
Dari arah barisan mahasiswa, massa justru membalas dengan sorakan ketidakpercayaan.
Teriakan kata 'pembohong, pembohong!' berulang kali terdengar dari kejauhan."
“Pembohong, pembohong jangan percaya!” soarak mahasiswa berulang kali.




