Meski biayanya besar, solusi ini dianggap paling rasional untuk mencegah kerusakan berulang.
“Ini investasi jangka panjang. Kalau hanya tambal sulam, masalahnya akan terus berulang dan masyarakat terus jadi korban,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa akses jalan yang layak akan berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Ketika banjir besar melanda, jalan yang terputus membuat distribusi kebutuhan pokok tersendat dan harga melambung tinggi.
“Masyarakat pedalaman Kukar juga punya hak yang sama untuk mendapatkan infrastruktur memadai. Itulah kenapa kami terus mengawal ini agar Jalan Poros Belayan bisa dibangun secara menyeluruh dan berkelanjutan,” pungkasnya. (adv)
Tag



