Selain persoalan distribusi, Helmi juga menyoroti kondisi infrastruktur jaringan perpipaan yang masih membutuhkan perhatian di sejumlah wilayah.
Seiring pertumbuhan penduduk dan perkembangan kawasan permukiman di Samarinda, kebutuhan terhadap layanan air bersih juga terus meningkat. Karena itu, pembenahan jaringan distribusi dinilai harus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar pelayanan dapat menjangkau seluruh masyarakat secara merata.
“Perawatan jaringan dan peningkatan infrastruktur harus terus dilakukan. Tujuannya supaya masyarakat bisa menikmati pelayanan air bersih yang lebih stabil dan tidak lagi mengalami gangguan berkepanjangan,” jelasnya.
Helmi berharap perusahaan penyedia layanan air bersih dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kualitas pelayanan. Baginya, masyarakat membutuhkan kepastian bahwa kebutuhan dasar mereka dapat terpenuhi tanpa harus dihantui gangguan distribusi yang berulang.
Sebab pada akhirnya, air bersih bukan hanya soal layanan publik, tetapi juga menyangkut kenyamanan hidup, kesehatan keluarga, dan keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari. (adv)
Tag



