“Persoalan air bersih ini harus benar-benar menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kalau gangguan terjadi terus-menerus, tentu aktivitas warga ikut terdampak,” ujarnya, Kamis (20/5/2026).
Bagi masyarakat, gangguan distribusi air bukan sekadar persoalan teknis.
Ketika suplai air terganggu selama berjam-jam bahkan berhari-hari, dampaknya langsung terasa di rumah-rumah warga.
Tidak sedikit yang harus menampung air lebih banyak sebagai cadangan atau mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Helmi menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan berlangsung terlalu lama. Ia meminta perusahaan layanan air bersih segera memetakan kawasan yang paling sering mengalami penurunan tekanan maupun gangguan suplai.
Menurutnya, langkah itu penting untuk mengetahui akar persoalan sehingga penanganan dapat dilakukan secara lebih tepat dan cepat.
“Wilayah yang sering mengalami kendala harus segera dipetakan. Dengan evaluasi yang tepat, perbaikan bisa dilakukan lebih efektif sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.
Tag



