ARUSBAWAH.CO - Gubernur Rudy Mas'ud membeberkan perbedaan arah kebijakan beasiswa di Kalimantan Timur antara program Beasiswa Kaltim Tuntas pada masa kepemimpinan Isran Noor dan program Gratispol yang kini dijalankan pemerintahnya.
Menurut Rudy Mas'ud, pembeda utamanya pada skala dan jangkauan.
Ia menilai beasiswa program sebelumnya relatif terbatas dari sisi jumlah penerima.
“Beasiswa Kaltim Tuntas itu tidak lebih daripada 28 ribu yang diterima manfaatnya untuk seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” kata Rudy saat memaparkan pencapaian Gratispol di gedung DPRD Kaltim, Senin (23/2/2026).
Ia bercerita, ketika mulai efektif bekerja pada awal tahun anggaran berjalan Februari 2025, pemerintah langsung mendorong percepatan program Gratispol agar menjangkau lebih luas pelajar dan mahasiswa.
“Melalui program Gratispol sebanyak 24.000 siswa yang jangkauannya hampir seluruh masyarakat Kalimantan Timur,” ujarnya.
Pemerintah provinsi, kata dia, menargetkan lonjakan besar pada 2026.
Rudy mengklaim jumlah penerima akan melonjak drastis hingga menyentuh lebih dari 158 ribu mahasiswa dari berbagai jenjang.
“Di tahun 2026 program ini sebanyak 158.981 mahasiswa. Bayangkan 158.000. Semuanya untuk mahasiswa Kalimantan Timur yang ber-KTP Kalimantan Timur,” katanya menegaskan.
Ada Syarat, Termasuk Batas Usia
Meski sering disebut terbuka untuk semua tanpa melihat latar belakang, program Gratispol tetap memiliki pagar administratif.
Salah satunya soal batas usia.
“Untuk kelas 1 tentu ada batasan umurnya maksimum 35 tahun. Untuk S1-nya 25 tahun, S2-nya 35 tahun, S3-nya 40 tahun,” jelas Rudy.
Ia juga menekankan bantuan ini hanya ditujukan bagi mahasiswa jalur reguler.
Tag



