Pada November 2025, ekspor ke Filipina melonjak 25,26 persen, menandakan permintaan yang kembali menguat di penghujung tahun.
ASEAN Masih Jadi Pasar Penting Batu Bara Kaltim
Jika dilihat per kawasan, ASEAN masih menjadi pasar penting bagi batu bara Kaltim.
Total nilai ekspor nonmigas ke Asia Tenggara sepanjang Januari–November 2025 mencapai US$3,79 miliar, atau sekitar Rp63 triliun.
Kontribusinya mencapai 22,30 persen dari total ekspor nonmigas.
Selain itu, Malaysia dan Vietnam juga menjadi tujuan utama penerima batu bara Kaltim.
Ekspor ke Malaysia tercatat US$961,08 juta (sekitar Rp16 triliun), sedangkan Vietnam US$942,72 juta (sekitar Rp15,7 triliun).
Pasar Asia Timur Masih Bertahan
Di Asia Timur, Jepang masih menjadi pembeli penting dengan nilai ekspor US$1,05 miliar, atau sekitar Rp17,5 triliun.
Berbeda dengan Jepang, Korea Selatan mencatat nilai ekspornya mencapai US$668,28 juta, setara Rp11,4 triliun.
Sementara Taiwan nilai ekspornya US$786,01 juta, atau sekitar Rp13,1 triliun.
Bangladesh dan Djibouti Mulai Muncul
Bangladesh mencatat nilai ekspor batu bara Kaltim ke negara ini mencapai US$702,75 juta, atau sekitar Rp11,7 triliun.
Tag



