ARUSBAWAH.CO - Sebanyak 13 negara tercatat sebagai pembeli utama batu bara Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2025.
Emas hitam asal bumi etam itu mengalir ke berbagai negara, dengan pasar utama terkonsentrasi di Asia.
Data yang dihimpun redaksi Arusbawah.co dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat, selama Januari hingga November 2025, nilai ekspor nonmigas Kaltim mencapai US$17,006,78 miliar, atau setara sekitar Rp284,4 triliun.
Angka itu didominasi batu bara yang dikirim ke 13 negara tujuan utama.

China Masih Jadi Pembeli Terbesar Batu Bara Kaltim
Dari 13 negara itu, Tiongkok (China) masih menjadi pembeli paling besar batubara Kaltim.
Sepanjang Januari–November 2025, nilai ekspor nonmigas Kaltim ke China mencapai US$5,84 miliar, atau sekitar Rp97,6 triliun. Jumlah ini setara dengan 6,5 kali lipat dari APBD Kaltim 2026 yang senilai Rp 15 Triliun.
Angka itu menyumbang 34,31 persen dari total ekspor nonmigas Kaltim.
Dengan porsi sebesar itu, lebih dari sepertiga batu bara yang keluar dari Kaltim berakhir di pasar China.
India dan Filipina Masuk Tiga Besar
Di posisi kedua, India menyerap batu bara Kaltim senilai US$2,78 miliar, atau sekitar Rp43,5 triliun.
Kontribusinya mencapai 16,37 persen.
Kemudian, Filipina, negara ini berada di peringkat ketiga dengan nilai ekspor US$1,41 miliar, setara sekitar Rp23 triliun.
Tag



