ARUSBAWAH.CO - Proyek pembangunan 10 titik insinerator pengolahan sampah di Kota Samarinda hampir sepenuhnya siap beroperasi.
Dari 10 unit yang dibangun, delapan sudah rampung, sementara dua unit di Handil Bakti dan Simpang Pasir masih dalam tahap perakitan.
Proyek ini mencakup dua komponen utama: bangunan gedung insinerator dan unit mesin insinerator itu sendiri.
Menurut Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, bangunan pendukung sudah 100 persen selesai.
Namun, operasional penuh masih tertahan karena beberapa masalah infrastruktur.
“Operasional tidak bisa dipaksakan karena infrastruktur pendukung belum sepenuhnya beres,” kata Suwarso, Kamis (29/1/2026).
Akses Jalan Jadi Kendala Utama
Masalah paling kritis saat ini adalah akses jalan menuju lokasi insinerator.
Tujuh lokasi membutuhkan perbaikan khusus, dengan panjang jalan bervariasi antara 35 meter hingga 315 meter, bahkan ada yang sekitar 200 meter.
Total anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp3 miliar.
Tujuh lokasi yang perlu perbaikan jalan:
- Handil Bakti
- Simpang Pasir
- Kampung Baqa
- Jalan Wanyi
- Tani Aman
- Bukit Pinang
- Lempake
Suwarso menegaskan, kondisi jalan menjadi penentu keselamatan operasional, karena kendaraan pengangkut sampah membawa muatan berat setiap hari.
“Jalannya harus bagus. Jangan sampai ada kesalahan pengangkutan karena kondisi jalan tidak memadai,” tegasnya.
Kabar terbaru, DLH menerima informasi dari Dinas PUPR bahwa perbaikan jalan direncanakan mulai pekan depan, dengan catatan cuaca mendukung.
Sementara dua lokasi lain, seperti Loa Bahu, sudah relatif aman.
LPJU Belum Tersedia Sepenuhnya
Selain jalan, Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) menjadi perhatian, karena operasional insinerator bisa berlangsung hingga malam.
DLH telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp181 juta untuk membangun 21 tiang lampu di empat lokasi. Lima lokasi lainnya dinilai aman dari sisi penerangan.
Lokasi yang sudah aman dari sisi LPJU:
- Baqa
- Simpang Pasir
- Tani Aman
- Handil Bakti
Sambungan Air Masih Tersisa Satu Titik
Sambungan air juga krusial untuk proses hidropengolahan uap pada mesin insinerator.
Suwarso menyebut, dari seluruh titik, hanya satu lokasi yang sambungan airnya belum selesai, sedangkan titik lain sudah hampir tuntas.
SDM Operator: Sebagian Sudah Lengkap, Seleksi Masih Berjalan
Dari sisi sumber daya manusia (SDM), sebagian operator insinerator sudah tersedia, terutama untuk lokasi yang sudah uji coba, seperti:
- Air Hitam
- Loa Bahu
- Bukit Pinang
- Lempake
SDM yang tersedia meliputi kepala kerja, operator, hingga petugas keamanan. Untuk lokasi lainnya, seleksi masih berlangsung sambil menunggu perakitan dan uji coba mesin selesai.
Keselamatan Kerja Jadi Sorotan
Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bagi operator insinerator masih menjadi perhatian.
Setiap unit baru saat ini hanya memiliki satu set pakaian pelindung, padahal pekerjaan melibatkan suhu panas tinggi dan risiko teknis serius.
“Ini sudah kami sampaikan dan kami usulkan. Mudah-mudahan bisa diakomodir, karena menyangkut perlindungan pekerja,” ujar Suwarso.
Secara teknis, insinerator sudah bisa dioperasikan.
Namun, Suwarso menekankan bahwa operasional penuh tanpa infrastruktur pendukung—jalan, LPJU, dan sambungan air—berisiko bagi keselamatan dan kelancaran pengangkutan sampah.
“Secara teknis bisa. Tapi akses jalan dan LPJU ini penentu. Jangan dipaksakan,” tegasnya.
Lokasi 10 Titik Insinerator di Samarinda
Berikut rincian lokasi pembangunan insinerator yang tersebar di enam kecamatan:
- Jalan A.W. Syahranie (Folder Air Hitam), Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu
- Jalan Pangeran Suryanata (TPA Bukit Pinang), Kelurahan Bukit Pinang, Samarinda Ulu
- Jalan Jakarta 2, Kelurahan Loa Bahu, Samarinda Sungai Kunjang
- Jalan Nusyirwan Ismail (Ring Road 2), Kelurahan Loa Bahu, Samarinda Sungai Kunjang
- Jalan Wanyi, Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda Utara
- Jalan Lempake Jaya Gang Istiqomah, Kelurahan Lempake, Samarinda Utara
- Jalan Ampera (eks Pasar), Kelurahan Bukuan, Palaran
- Jalan Stadion Utama Kaltim, Kelurahan Simpang Pasir, Palaran
- Jalan H.A.M.M. Rifaddin (samping Kantor Lurah Tani Aman), Loa Janan Ilir
- Jalan PDAM (Kawasan PDAM), Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang
(isa)
- Antrean Truk Beli Solar Subsidi di Samarinda, Dishub Coba Atur Mekanisme Pembelian! Pakai Sistem Nomor
- Tak Pernah Naik Selama 10 Tahun, Dana Bantuan Parpol di Samarinda Kini Meningkat! Total Rp3,1 Miliar Tahun Ini
- Mahasiswa Ngeluh Contact Person GratisPol Sulit Dihubungi, Kadiskominfo Kaltim: Chat Box Ada, di Web Ada




