Saat ini masih dilakukan tahap komisioning, pembersihan lokasi, serta penyelesaian administrasi.
Selain itu, fasilitas keamanan seperti alat pemadam kebakaran dan perlengkapan keselamatan akan dilengkapi sebelum pengoperasian.
“Mudah-mudahan sebelum bulan Juni sudah bisa kita operasikan, kita berharap Mei sudah bisa beroperasi semua,” katanya.
Ia memastikan seluruh sarana keselamatan akan tersedia ketika fasilitas mulai diaktifkan, termasuk penempatan petugas dan sistem keamanan untuk mencegah kehilangan peralatan.
“Semua nanti dilengkapi, pada saat kita aktifkan, petugasnya maka semua sarana pendukung maupun alat-alat keamanan sudah pasti tersedia,” ujarnya.
Belum Cukup, Pemkot Rencanakan Fasilitas Skala Besar
Meski 10 insinerator disiapkan, Pemkot mengakui kapasitas tersebut belum cukup untuk menangani seluruh sampah di Samarinda.
Oleh karena itu, pemerintah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah skala besar di sekitar TPA dengan kapasitas jauh lebih besar.
“Sampah kita lebih dari 600 ton per hari, kita menyiapkan kemungkinan insinerator besar 100 ton per 8 jam atau pengolahan sampah berbasis energi,” jelas Andi Harun.
Menurutnya, proyek skala besar tersebut akan diupayakan melalui kerja sama dengan pihak swasta agar tidak membebani APBD.
Pemkot menegaskan, bahwa investasi besar harus menguntungkan kedua belah pihak tanpa menimbulkan risiko fiskal bagi pemerintah daerah.
“Karena memang itu nilai investasinya sangat besar, kita masih berusaha agar industri atau instalasi pengolahan sampah yang besar di sekitar TPA nanti itu sedapat mungkin tidak memakai APBD,” ujarnya.
Menurut politikus Gerindra itu, saat ini terdapat beberapa pihak yang serius menjajaki kerja sama, termasuk perusahaan luar negeri, perusahaan dalam negeri, serta pihak yang terafiliasi dengan Danantara.
“Saat ini ada 3 pihak termasuk Danantara, yang dikelola langsung oleh pemerintah kota ada 2, satu perusahaan berasal dari Malaysia dan satu lagi perusahaan dalam negeri dan satunya dari Danantara,” ujarnya.
Residu Dimanfaatkan Jadi Paving Blok
Selain mengurangi timbulan sampah, residu hasil pembakaran juga akan dimanfaatkan.
Abu dari insinerator direncanakan menjadi bahan pembuatan paving blok yang dapat digunakan untuk fasilitas pemerintah maupun kebutuhan masyarakat.
“Yang kita sudah siapkan itu pembuatan paving blok, jadi tidak akan sia-sia karena akan memberi nilai manfaat ekonomi,” ujarnya.
Pemkot berharap keberadaan insinerator diiringi peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Dukungan warga dinilai menjadi faktor penting untuk mewujudkan kota yang lebih bersih.
“Mari kesadaran kita, kita tinggikan agar Samarinda benar-benar menjadi kota yang bersih,” pungkasnya.
10 Titik Insinerator di Samarinda
Sepuluh insinerator tersebut tersebar di berbagai wilayah Kota Samarinda, yaitu:
Tag



