Ia menambahkan, curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Samarinda Utara, Palaran, Sambutan, Samarinda Ilir dan Ulu, dengan catatan mencapai 85 mm per detik.
Untuk mengantisipasi dampak lebih lanjut, BPBD telah menyiagakan berbagai armada seperti mobil evakuasi, kendaraan dalmas, serta perahu karet.
Peralatan ini disiagakan di titik-titik rawan, termasuk kawasan Alaya, untuk membantu mobilisasi warga, terutama mereka yang hendak menuju Bandara APT Pranoto.
Menurut Suwarso, intensitas hujan diprediksi akan menurun secara bertahap dalam dua jam ke depan.
Ia berharap genangan cepat surut agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. (adv)
Tag



