Ketua Tim Kerja Krisis dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Kaltim, Adi Permana, menyebutkan bahwa seluruh bantuan kesehatan dikirim via jalur darat menggunakan mobil bak terbuka karena rendahnya debit sungai membuat kapal besar tak bisa melintas.
“Dulu kami bisa distribusikan lewat kapal besar. Sekarang, logistik harus dimobilisasi lewat darat, dan itu jadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Tak hanya dari sektor kesehatan, dukungan juga datang dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti menyampaikan sebanyak 68,560 ton beras disiapkan untuk disalurkan ke Mahulu dan saat ini tengah dalam proses pemuatan ke kapal.
“Penyaluran ditargetkan selesai malam hari. Masing-masing kepala keluarga akan menerima 20 kilogram beras,” ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti di Museum Kota Samarinda.
Selain beras, DPTPH menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim untuk menggelar operasi pasar di Mahulu.
Dalam operasi pasar ini, disediakan tambahan bantuan berupa 4 ton gula pasir dan 5 ton minyak goreng yang akan dikirim bersama logistik lainnya. (adv)
Tag



