ARUSBAWAH.CO - Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kekeringan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat mengirimkan bantuan pangan dan kesehatan pada Jumat (1/8/2025).
Melalui kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, sebanyak 100 paket gizi diberangkatkan untuk kelompok rentan, seperti ibu hamil, bayi, dan balita.
Rinciannya, 50 paket untuk bayi dan balita, sementara 50 lainnya disiapkan untuk ibu hamil.
Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, menuturkan seluruh paket turut dilengkapi dengan vitamin dan obat-obatan penting.
“Kami juga menyiapkan tenaga kesehatan untuk memastikan bantuan tepat sasaran,” ungkap Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin, Sabtu (2/8/2025).
Tiga tenaga medis, terdiri dari perawat, farmasis, dan petugas layanan kesehatan, turut diterjunkan ke Mahulu untuk berkoordinasi langsung dengan Dinkes setempat.
Mereka akan menyasar wilayah terdampak, seperti Kecamatan Tiong Ohang, Long Apari, dan Long Pahangai.
Hingga kini, enam puskesmas induk dan dua rumah sakit di Mahulu masih aktif melayani masyarakat.
Ketua Tim Kerja Krisis dan Kejadian Luar Biasa (KLB) Dinkes Kaltim, Adi Permana, menyebutkan bahwa seluruh bantuan kesehatan dikirim via jalur darat menggunakan mobil bak terbuka karena rendahnya debit sungai membuat kapal besar tak bisa melintas.
“Dulu kami bisa distribusikan lewat kapal besar. Sekarang, logistik harus dimobilisasi lewat darat, dan itu jadi tantangan tersendiri,” jelasnya.
Tak hanya dari sektor kesehatan, dukungan juga datang dari Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti menyampaikan sebanyak 68,560 ton beras disiapkan untuk disalurkan ke Mahulu dan saat ini tengah dalam proses pemuatan ke kapal.
“Penyaluran ditargetkan selesai malam hari. Masing-masing kepala keluarga akan menerima 20 kilogram beras,” ujar Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan DPTPH Kaltim, Amaylia Dina Widyastuti di Museum Kota Samarinda.
Selain beras, DPTPH menggandeng Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim untuk menggelar operasi pasar di Mahulu.
Dalam operasi pasar ini, disediakan tambahan bantuan berupa 4 ton gula pasir dan 5 ton minyak goreng yang akan dikirim bersama logistik lainnya. (adv)




