ARUSBAWAH.CO - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan pentingnya pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) secara menyeluruh untuk menekan risiko banjir, tidak hanya di ibu kota provinsi, tetapi juga di seluruh kabupaten dan kota.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menekankan bahwa perhatian pemerintah tidak terbatas pada Sub-DAS Karang Mumus di Samarinda. Ia menyebut perluasan fokus ke sistem sungai besar lainnya seperti Sungai Kelai, Karangan, Mahakam, dan Kendilo yang tersebar di berbagai daerah Kaltim.
"Kalau kita bisa membedah dan mengelola empat sistem sungai ini, seharusnya banjir bisa dikendalikan," kata Seno Aji saat hadir pada Focus Group Discussion (FGD) Kebijakan dan Kelembagaan Penyusunan Masterplan Pengelolaan dan Penataan Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Karang Mumus di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Kamis (12/6/2025).
Ia juga menyoroti perlunya kajian mendalam karena kewenangan pengelolaan DAS tersebar antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Salah satu perhatian khusus pemerintah saat ini adalah kondisi tiga danau besar di DAS Mahakam, yakni Danau Jempang, Melintang, dan Semayang, yang kini mengalami pendangkalan serius akibat sedimentasi.
“Danau Jempang sekarang hanya memiliki kedalaman rata-rata dua meter. Padahal dulu bisa mencapai 3,5 hingga 5 meter. Ini menjelaskan kenapa banjir besar dari Mahakam sering terjadi dalam 15–20 tahun terakhir,” jelasnya.
Seno juga mengungkapkan bahwa alih fungsi lahan dalam skala besar di wilayah DAS Mahakam mempercepat aliran air permukaan menuju sungai, memperparah potensi banjir.
Tag



