Menurut PTI, komoditas tersebut memiliki potensi besar untuk membantu percepatan produksi padi Kaltim.
Ia juga menyoroti persoalan harga komoditas pertanian yang sering berfluktuasi ketika panen melimpah. Akbar menilai bahwa solusi jangka panjang hanya dapat dicapai melalui penguatan koperasi petani yang mandiri agar stabilitas harga dapat terjaga.
PTI juga menekankan perlunya penambahan tenaga penyuluh agar data lapangan lebih akurat dan agar lonjakan pasokan dari luar daerah dapat dikendalikan.
“Semua program Pemuda Tani kami siapkan untuk bersinergi dengan pemerintah. Kami ingin menjadi bagian dari percepatan pembangunan pertanian di Kaltim,” pungkas Akbar.
Sebagai komitmen strategis, PTI telah menyiapkan delapan program prioritas yang akan dibahas secara final dalam Rakorda, sebagai dukungan langsung terhadap upaya besar Kaltim menuju swasembada pangan 2026.
(ir/adv/diskominfokaltim)
Tag



