Arus Publik

Visum Pertama Dinilai Janggal, Kuasa Hukum dan Ortu Angkat Balita NJ Lakukan Visum Ulang di RS Dirgahayu Samarinda

Hasil Visum Pertama Dinilai Tidak Menjawab Fakta Luka-Luka

Kamis, 17 Juli 2025 21:39

ILUSTRASI - Ilustrasi kekerasan pada anak/Unsplash

ARUSBAWAH.CO -  Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap seorang balita perempuan berusia 4 tahun berinisial NJ, yang sebelumnya diasuh di salah satu yayasan di Kota Samarinda, terus berlanjut.

Kuasa hukum NJ, Titus Tibayan Pakalla, bersama RL selaku orang tua angkat NJ, melakukan pemeriksaan visum ulang di RS Dirgahayu Samarinda, didampingi penyidik dari Polsek Sungai Pinang pada, Kamis (17/7/2025).

Visum ulang dilakukan karena pihak keluarga dan kuasa hukum menilai hasil visum pertama yang dilakukan di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) pada 13 Mei 2025, tidak memberikan keterangan secara rinci terkait penyebab luka-luka yang ditemukan di tubuh NJ.

Dalam visum itu, pihak rumah sakit hanya menyebutkan bahwa semua luka NJ sedang dalam proses penyembuhan, tanpa penjabaran spesifik terkait bentuk, ukuran, atau penyebab luka misal (sayatan, memar atau tusukan).

“Luka di kepala, benjolan, luka bernanah di jari, bahkan luka terbuka di jidat sebelah kiri yang sampai terlihat dagingnya tidak dijelaskan secara spesifik dalam visum pertama. Tidak ada keterangan apakah luka itu akibat benda tumpul, tajam, atau penyebab lainnya,” kata Titus saat ditemui wartawan Arusbawah.co.

“Hari ini kami visum ulang di RS Dirgahayu, didampingi penyidik dari Polsek Sungai Pinang. Karena visum pertama sangat janggal dan tidak menjawab fakta-fakta yang kami miliki,” lanjutnya.

Visum Ulang Dilakukan Dokter Spesialis Forensik RS Dirgahayu

Proses visum ulang itu dilakukan oleh dr. Deiby Tineke, dokter spesialis forensik dan medikolegal di RS Dirgahayu.

Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih satu jam dimulai pukul 12.00 Wita.

Namun hasil visum disebut tidak langsung keluar.

“Dokter memperkirakan butuh waktu sekitar satu minggu untuk merampungkan hasil visum ulang ini,” terang Titus.

Titus menekankan bahwa hasil visum ulang ini sangat menentukan untuk mengungkap fakta-fakta sebenarnya terkait kondisi Balita NJ.

Ia berharap tidak ada lagi informasi yang ditutup-tutupi dan meminta aparat kepolisian untuk mengusut kasus dugaan kekerasan dan penelantaran terhadap balita NJ terungkap secara netral dan transparan hingga menemukan siapa pelakunya.

Tag

MORE