"Kami mendorong agar venue-venue yang memang punya potensi untuk mendapatkan pendapatan asli daerah itu sarana-prasarananya ditingkatkan," ungkapnya.
Ia menyadari kondisi fiskal daerah dan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) menjadi tantangan dalam merealisasikan pengembangan fasilitas olahraga.
Meski demikian, Novan menilai peningkatan kualitas venue tidak seharusnya dipandang sebagai beban anggaran semata, melainkan sebagai investasi yang dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Menurutnya, kebutuhan anggaran terbesar memang berada pada tahap pembangunan atau renovasi.
Setelah fasilitas selesai ditingkatkan, biaya yang dibutuhkan selanjutnya hanya untuk pemeliharaan, sementara aset tersebut dapat terus dimanfaatkan untuk menghasilkan nilai ekonomi.
"Apalagi olahraga yang memang sifatnya menjadi primadona masyarakat," kata Pasie menekankan potensi tersebut.
Novan menambahkan, venue olahraga yang memiliki fasilitas memadai akan meningkatkan peluang Samarinda menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan maupun kegiatan olahraga berskala regional hingga nasional.
Tag



