Ia juga menegaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat tidak boleh digabung dengan murid sekolah lain sesuai arahan Kementerian Sosial.
“Jangan sampai anak-anak miskin yang mau dibantu justru ditempatkan di tempat yang tidak layak. Kita sedang cari lokasi yang pantas. Karena nanti juga harus disetujui Kemensos,” katanya.
Saat ditanya apakah sudah ada tempat pengganti, Asli belum membeberkan lokasi pengganti yayasan melati.
“Belum. Masih kita survei. Nanti kami laporkan ke Pak Wali. Tempat itu harus cocok untuk kita dan disetujui pusat.” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Pemkot Samarinda belum mengumumkan lokasi baru pengganti yayasan melati, namun Andi Harun memastikan pelaksanaan Sekolah Rakyat tetap akan dilaksanakan.
(wan)

Ads Arusbawah.co
Tag




