Namun dari berbagai sektor tersebut, kuliner dan kriya dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang lebih cepat karena didukung pasar lokal yang besar serta posisi strategis Samarinda yang berada dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Kedekatan dengan IKN diperkirakan akan membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal, terutama dalam penyediaan produk kreatif dan kebutuhan pendukung lainnya.
UMKM Dinilai Mampu Tingkatkan PAD dan Serap Tenaga Kerja
Selain menjadi penggerak ekonomi masyarakat, DPRD Samarinda juga melihat UMKM sebagai sektor yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
Semakin banyak usaha yang berkembang dan naik kelas, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang tercipta di daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah melalui peningkatan PAD, tetapi juga masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru.
“Ketika UMKM berkembang, perputaran ekonomi daerah ikut meningkat. Kondisi itu tentu berdampak langsung terhadap peningkatan PAD Samarinda,” ungkap Helmi.
Ia optimistis penguatan ekonomi kreatif akan menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, keberadaan UMKM dinilai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting yang mampu menopang perekonomian kota.
Dari usaha rumahan hingga bisnis kreatif berbasis teknologi, semuanya memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan membawa manfaat bagi masyarakat Samarinda. (adv)
Tag



