Advertorial

DPRD Samarinda

UMKM Samarinda Terus Tumbuh, DPRD Dorong Regulasi untuk Perkuat Ekonomi Kreatif dan Dongkrak PAD

UMKM Jadi Harapan Baru Ekonomi Samarinda

Rabu, 20 Mei 2026 8:19

PEDAGANG - Salah satu UMKM yang menggunakan pembayaran melalui Qris di Pasar Ramadhan GOR Segiri Samarinda/ HO to Arusbawah.co

ARUSBAWAH.CO -  Di balik ramainya warung makan, kedai kopi lokal, toko kerajinan tangan, hingga bisnis digital yang mulai bermunculan di Samarinda, ada ribuan pelaku usaha kecil yang setiap hari berjuang menggerakkan roda ekonomi kota.

Bagi sebagian warga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bukan sekadar sumber penghasilan.

Sektor ini menjadi jalan untuk bertahan hidup, membuka lapangan kerja, bahkan mewujudkan mimpi memiliki usaha sendiri.

Melihat potensi tersebut, DPRD Kota Samarinda mendorong penguatan sektor UMKM dan ekonomi kreatif agar mampu menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua DPRD Kota Samarinda, Helmi Abdullah, menilai perkembangan UMKM di Kota Tepian menunjukkan tren yang cukup menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.

UMKM punya peluang besar untuk berkembang dan membantu pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, kami mendorong aturan yang bisa mendukung pelaku usaha agar lebih berkembang,” ujarnya, Selasa (19/5/2026).

DPRD Samarinda Siapkan Regulasi untuk Pelaku Ekonomi Kreatif

Di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis, banyak pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan.

Mulai dari keterbatasan modal, pemasaran, legalitas usaha, hingga akses terhadap pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.

Karena itu, DPRD Samarinda tengah menyiapkan rancangan peraturan daerah yang secara khusus mengatur pengembangan sektor ekonomi kreatif.

Menurut Helmi, kehadiran regulasi tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi pedoman bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha secara lebih profesional.

“Kami ingin pelaku UMKM memiliki pedoman yang jelas dalam mengembangkan usaha mereka. Dengan begitu, sektor ekonomi kreatif bisa tumbuh lebih tertata dan profesional,” katanya.

Fokus pada Pengembangan Potensi Lokal

Dalam pembahasannya, DPRD juga menyiapkan sejumlah strategi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Samarinda.

Beberapa di antaranya mencakup pemetaan potensi usaha, perluasan akses permodalan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga penyediaan ruang kreatif yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha lokal untuk berkembang.

Langkah tersebut dinilai penting agar struktur ekonomi Samarinda semakin beragam dan tidak hanya bertumpu pada sektor sumber daya alam.

Kuliner dan Kriya Dinilai Punya Peluang Besar

Samarinda memiliki berbagai subsektor ekonomi kreatif yang potensial untuk dikembangkan. Mulai dari kuliner, fesyen, kriya, seni pertunjukan, film, animasi, aplikasi digital, hingga industri gim.

Namun dari berbagai sektor tersebut, kuliner dan kriya dinilai memiliki peluang pertumbuhan yang lebih cepat karena didukung pasar lokal yang besar serta posisi strategis Samarinda yang berada dekat dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kedekatan dengan IKN diperkirakan akan membuka peluang pasar baru bagi pelaku usaha lokal, terutama dalam penyediaan produk kreatif dan kebutuhan pendukung lainnya.

UMKM Dinilai Mampu Tingkatkan PAD dan Serap Tenaga Kerja

Selain menjadi penggerak ekonomi masyarakat, DPRD Samarinda juga melihat UMKM sebagai sektor yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Semakin banyak usaha yang berkembang dan naik kelas, semakin besar pula aktivitas ekonomi yang tercipta di daerah. Dampaknya tidak hanya dirasakan pemerintah melalui peningkatan PAD, tetapi juga masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan baru.

“Ketika UMKM berkembang, perputaran ekonomi daerah ikut meningkat. Kondisi itu tentu berdampak langsung terhadap peningkatan PAD Samarinda,” ungkap Helmi.

Ia optimistis penguatan ekonomi kreatif akan menjadi salah satu strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.

Di tengah tantangan ekonomi yang terus berubah, keberadaan UMKM dinilai bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting yang mampu menopang perekonomian kota.

Dari usaha rumahan hingga bisnis kreatif berbasis teknologi, semuanya memiliki peluang yang sama untuk tumbuh dan membawa manfaat bagi masyarakat Samarinda. (adv)

Tag

MORE