“Dengan kunjungan posyandu yang optimal, kita bisa memastikan setiap ibu hamil dan balita memperoleh pemantauan gizi serta layanan kesehatan yang memadai. Ini langkah krusial untuk mencegah munculnya kasus stunting baru,” tegasnya.
Mengangkat tema “Generasi Sehat Indonesia Hebat”, momentum HKN tahun ini dimanfaatkan DKK Balikpapan untuk menegaskan komitmen mencetak generasi yang kuat dan berkualitas.
Selain fokus pada pencegahan stunting, pemerintah kota juga memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang.
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan turut mempercepat penanganan penyakit menular, khususnya tuberkulosis paru (TBC), mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua di dunia.
“Kami berharap lewat kerja sama lintas sektor, angka penyakit menular maupun tidak menular di Balikpapan dapat terus ditekan. Tujuan akhirnya jelas: menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas stunting,” tutup Alwiati.
(adv)
Tag



