Advertorial

Diskominfo Balikpapan

Turunkan Angka Stunting di Balikpapan yang Capai 24,8 Persen, Pemkot Gencarkan Program "Gempur Stunting"

Rabu, 12 November 2025 16:55

STUNTING - Pemkot gencarkan program "Gempur Stunting" guna turunkan angka stunting di Balikpapan (Foto: HO)

ARUSBAWAH.CO - Upaya Pemerintah Kota Balikpapan untuk menurunkan angka stunting terus digenjot.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Balikpapan masih berada di angka 24,8 persen sehingga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati, menekankan bahwa penanganan stunting merupakan prioritas utama pemerintah daerah.

“Kami terus mengupayakan percepatan penurunan stunting melalui berbagai inovasi. Salah satunya lewat program Gempur Stunting yang mendorong posyandu di seluruh kelurahan agar lebih aktif,” jelas Alwiati usai menghadiri peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Balikpapan, Selasa (12/11/2025).

Sebagai bentuk dukungan, DKK memberikan penghargaan kepada kelurahan dan puskesmas yang sukses mencapai 100 persen cakupan kunjungan posyandu.

Menurut Alwiati, pencapaian ini sangat penting dalam memperkuat intervensi spesifik bagi bayi, balita, dan ibu hamil, sehingga kasus stunting baru dapat dicegah sejak dini.

“Dengan kunjungan posyandu yang optimal, kita bisa memastikan setiap ibu hamil dan balita memperoleh pemantauan gizi serta layanan kesehatan yang memadai. Ini langkah krusial untuk mencegah munculnya kasus stunting baru,” tegasnya.

Mengangkat tema “Generasi Sehat Indonesia Hebat”, momentum HKN tahun ini dimanfaatkan DKK Balikpapan untuk menegaskan komitmen mencetak generasi yang kuat dan berkualitas.

Selain fokus pada pencegahan stunting, pemerintah kota juga memperkuat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah-sekolah untuk memastikan anak mendapatkan nutrisi seimbang.

Tak hanya itu, Dinas Kesehatan turut mempercepat penanganan penyakit menular, khususnya tuberkulosis paru (TBC), mengingat Indonesia masih menjadi negara dengan kasus tertinggi kedua di dunia.

“Kami berharap lewat kerja sama lintas sektor, angka penyakit menular maupun tidak menular di Balikpapan dapat terus ditekan. Tujuan akhirnya jelas: menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, dan bebas stunting,” tutup Alwiati.

(adv)

Tag

MORE