ARUSBAWAH.CO - Dalam beberapa tahun terakhir, tren mendaki gunung semakin digemari berbagai kalangan, mulai dari anak muda hingga keluarga yang mencari alternatif liburan di alam terbuka.
Tak hanya sekadar olahraga, aktivitas mendaki gunung kini dianggap sebagai cara untuk melepas penat sekaligus menikmati keindahan alam Indonesia yang begitu kaya.
Kalimantan Timur pun ikut menyimpan sejumlah gunung dengan pesona unik, mulai dari jalur pendakian menantang, panorama hutan tropis yang asri, hingga kisah mistis yang menyelimutinya.
Tak heran jika deretan gunung di Kalimantan Timur kini kian dilirik sebagai destinasi wisata alam yang wajib dijelajahi.
Penasaran, apa saja gunung yang bisa jadi destinasi menarik untuk aktivitas mendaki di Kalimantan Timur? Yuk, simak informasinya!
Gunung-gunung di Kalimantan Timur, Bisa Jadi Pilihan untuk Mendaki dan Jelajah Alam!
1. Gunung Liang Pran (Kutai Barat)
Gunung Liangpran yang berada di Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, dikenal sebagai salah satu gunung tertinggi di provinsi ini dengan ketinggian mencapai 2.240 meter di atas permukaan laut.
Puncaknya sudah banyak ditaklukkan para pendaki yang penasaran dengan pesona alamnya.
Sepanjang jalur pendakian, mata akan dimanjakan dengan hamparan hutan tropis yang masih asri serta ragam flora yang tumbuh subur.
Tak hanya itu, di kawasan pegunungan ini juga tersedia penginapan sehingga wisatawan yang tidak membawa perlengkapan berkemah tetap bisa menikmati liburan dengan nyaman.
Keindahan dan keaslian alam Liangpran menjadikannya destinasi favorit bagi pencinta petualangan sekaligus wisata alam di Kalimantan Timur.
2. Gunung Lumut (Paser)
Gunung Lumut yang berada di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menawarkan pesona alam yang masih alami dan asri.
Dengan ketinggian sekitar 1.210 meter di atas permukaan laut dan luas kawasan mencapai 42 ribu hektare, gunung ini masuk dalam kawasan hutan lindung yang dikenal sebagai Hutan Lindung Gunung Lumut.
Di sekelilingnya mengalir cabang-cabang sungai yang memperkaya ekosistem, sekaligus menjadi penyangga kehidupan bagi kampung-kampung di sekitarnya.
Sesuai dengan namanya, lereng Gunung Lumut diselimuti oleh berbagai jenis lumut, termasuk spesies langka yang jarang ditemukan di tempat lain.
Hal ini menjadikan Gunung Lumut bukan hanya destinasi favorit bagi para pecinta alam, tetapi juga surga bagi para peneliti botani yang ingin menjelajahi keanekaragaman flora uniknya.
3. Gunung Menyapa (Kutai Timur)
Gunung Menyapa, salah satu gunung tertinggi di Kalimantan memiliki puncak yang berbentuk kawah luas sebagai saksi bisu dari letusan gunung berapi di masa lampau, sekaligus daya tarik utama yang memikat para pendaki untuk menjelajahinya.
Menyapa masih menyimpan banyak misteri yang belum sepenuhnya terungkap, membuat gunung ini seolah menjadi surga tersembunyi yang menawarkan pengalaman eksplorasi berbeda di jantung Kalimantan.
Tak hanya menampilkan kawah yang menawan, Gunung Menyapa juga dikelilingi hutan tropis yang kaya akan keanekaragaman hayati.
Dari kicau burung endemik, monyet-monyet lincah, hingga kijang yang gesit, semua menciptakan harmoni alam yang menambah pesona pendakian.
Bagi para penantang adrenalin, jalur pendakian Gunung Menyapa menyuguhkan ragam rute dengan tingkat kesulitan berbeda, mulai dari yang ramah bagi pemula hingga jalur ekstrem yang menguji ketangguhan pendaki berpengalaman.
Di sepanjang perjalanan, keindahan matahari terbit, terbenam, serta suara alami hutan tropis akan menjadi teman setia yang menghadirkan pengalaman tak terlupakan.
4. Gunung Beratus (Kutai Barat)
Gunung Beratus menyimpan keindahan yang masih tersembunyi karena belum banyak dijelajahi para pendaki.
Menjulang hingga 1.244 meter di atas permukaan laut, gunung ini berdiri megah di Desa Pereng Talik, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur.
Medannya yang cukup menantang membuat gunung ini jarang didaki, padahal letaknya hanya sekitar 60 kilometer dari Balikpapan.
Justru karena minimnya kunjungan, keasrian alamnya tetap terjaga dengan baik.
Di sini, kamu bisa menemukan berbagai flora dan fauna endemik khas Kalimantan, yang menambah daya tarik sekaligus pesona alami Gunung Beratus.
5. Gunung Sombang (Bulungan)
Gunung Sombang di Kalimantan mungkin belum setenar gunung-gunung lain di Indonesia, namun menyimpan keindahan alam sekaligus kisah mistis yang memikat.
Berlokasi di Bulungan, yang tak jauh dari Kalimantan Timur, nama “Sombang” dipercaya berasal dari bahasa Dayak yang berarti “penjaga” atau “pelindung”.
Bagi masyarakat Dayak, gunung ini adalah tempat sakral yang dijaga roh leluhur serta menjadi lokasi ritual adat untuk memohon perlindungan dan berkah dari alam.
Hingga kini, cerita-cerita mistis tetap melekat, seperti sosok “Penjaga Gunung” yang diyakini menjaga kawasan ini, kabut misterius yang datang tiba-tiba, muncul suara-suara misterius tengah malam, hingga kisah pendaki yang tersesat karena tidak menghormati alam.
Bagi warga setempat, Gunung Sombang adalah simbol kekuatan dan spiritualitas, sementara bagi pendaki, ia menawarkan pengalaman berbeda, yakni keindahan hutan tropis yang berpadu dengan nuansa mistis.
6. Gunung Karst Sangkulirang (Kutai Timur)
Gunung Karst di Kecamatan Sangkulirang, Kalimantan Timur, bukan hanya sekadar bentang alam, tetapi juga situs sejarah yang menyimpan kekayaan geologi luar biasa.
Dengan luas mencapai 1,8 juta hektare, kawasan ini membentang megah dari Kabupaten Kutai Timur hingga Kabupaten Berau.
Dikelilingi dinding-dinding tebing yang menjulang, lanskapnya menghadirkan perpaduan bukit-bukit kecil, cekungan alami, aliran sungai, hingga gua-gua menawan yang menambah daya tariknya.
Keindahan Sangkulirang Karst pernah mengantarkannya masuk dalam nominasi Anugerah Pesona Indonesia 2017.
Tak heran, pesona gua bawah tanah dengan pahatan alami nan eksotis, ditambah hamparan perbukitan hijau, membuat siapa pun yang datang terpukau dan betah berlama-lama menikmati panorama unik ini.
7. Gunung Beriun (Kutai Timur)
Gunung Beriun di Desa Karangan Dalam, Kutai Timur dikenal dengan hutan lebatnya yang rimbun serta udara sejuk yang menenangkan.
Berbeda dengan gunung lain di Kalimantan Timur, Beriun masih tergolong “perawan” karena jarang sekali dijamah wisatawan.
Dengan ketinggian 1.261 meter di atas permukaan laut, gunung ini menyimpan pesona alami yang masih terjaga keasriannya.
Meski bukan termasuk gunung wisata, keindahan Beriun tetap dapat dinikmati.
Kamu bisa sekadar berkunjung untuk piknik bersama keluarga atau kerabat di area sekitarnya.
Namun, bagi para pendaki yang ingin menaklukkan puncaknya, diperlukan persiapan ekstra karena medan yang cukup ekstrem dan menantang.
Justru karena itulah, Gunung Beriun menjadi daya tarik tersendiri bagi pencinta petualangan alam sejati.
8. Gunung Embun (Paser)
Gunung Embun hadir dengan pesona yang tak kalah memikat dibanding gunung-gunung lainnya di Kalimantan Timur.
Sesuai dengan namanya, gunung ini menghadirkan nuansa sejuk dan asri, terutama saat pagi hari ketika butiran embun menyelimuti alam sekitar, menghadirkan panorama yang jarang bisa ditemui di perkotaan.
Terletak di Desa Luan, Muara Samu, Kabupaten Paser, Gunung Embun menawarkan panorama yang memanjakan mata.
Dari puncaknya, pengunjung bisa menikmati pemandangan memukau berupa gumpalan awan yang perlahan menutupi pemukiman kala fajar, seolah berada di negeri di atas awan.
Untuk mencapai lokasi, dibutuhkan sekitar dua jam perjalanan darat.
Meski jalannya cukup menantang karena terjal dan licin, pengalaman yang ditawarkan gunung ini membuat banyak orang rela menempuh perjalanan tersebut.
Udara sejuk yang berpadu dengan embun pagi menjadi daya tarik utama, menghadirkan pengalaman tak terlupakan bagi siapa pun yang berkunjung.
Penutup
Itulah deretan gunung di Kalimantan Timur yang menyimpan pesona alam luar biasa, mulai dari jalur mendaki yang menantang, hutan tropis asri, hingga kisah mistis yang melekat kuat dalam budaya lokal.
Bagi pencinta alam, mendaki gunung-gunung ini bukan hanya soal menaklukkan puncak, melainkan juga kesempatan merasakan keindahan sekaligus kearifan alam Kalimantan Timur.
Jadi, sudah siap menentukan gunung mana yang akan kamu jelajahi dan mendaki terlebih dahulu di Kalimantan Timur? (apr)




